Gelombang Tinggi Ancam Perairan NTB, BMKG Keluarkan Peringatan 10-13 Januari 2026

Peringatan Dini Cuaca Ekstrem dan Gelombang Tinggi di Wilayah NTB

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini terkait kondisi cuaca ekstrem dan gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di beberapa wilayah Indonesia. Peringatan ini berlaku mulai tanggal 10 Januari hingga 13 Januari 2026, dengan fokus utama pada wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB).

Wilayah Terdampak Gelombang Tinggi

Beberapa perairan sekitar NTB seperti Samudra Hindia selatan NTB, Laut Bali, Laut Sumbawa, dan Laut Flores berpotensi mengalami gelombang tinggi antara 1,25 hingga 2,5 meter. Kondisi ini masuk dalam kategori moderat hingga tinggi, yang dapat berdampak signifikan terhadap aktivitas nelayan, kapal wisata, serta pelayaran antar pulau.

BMKG menjelaskan bahwa peningkatan gelombang ini disebabkan oleh pola angin di wilayah Indonesia bagian selatan yang dominan bertiup dari barat daya hingga barat laut dengan kecepatan mencapai 35 knot. Kombinasi arah dan kecepatan angin tersebut memperkuat pembentukan gelombang, terutama di perairan terbuka.

Risiko bagi Pelayaran

Kondisi gelombang tinggi ini menimbulkan risiko terhadap keselamatan pelayaran. Perahu nelayan dapat terganggu saat kecepatan angin melebihi 15 knot dengan tinggi gelombang di atas 1,25 meter. Kapal tongkang mulai berisiko pada gelombang setinggi 1,5 meter, sementara kapal ferry berisiko pada gelombang 2,5 meter dengan angin kencang.

Oleh karena itu, BMKG mengimbau kepada nelayan dan operator pelayaran di NTB untuk terus memantau informasi cuaca maritim terbaru, menyesuaikan jadwal keberangkatan, serta menunda pelayaran jika kondisi tidak memungkinkan.

Wilayah Lain yang Terpengaruh

Selain NTB, BMKG juga memberi peringatan terhadap wilayah lain di Indonesia yang memiliki potensi gelombang tinggi antara 2,5 hingga 4 meter. Beberapa wilayah tersebut meliputi:

  • Laut Natuna Utara
  • Samudra Hindia selatan Jawa Barat hingga Jawa Timur
  • Laut Arafuru bagian barat dan tengah

Wilayah-wilayah ini memerlukan perhatian khusus karena bisa berdampak signifikan terhadap keselamatan transportasi laut dan aktivitas logistik nasional.

Dinamika Atmosfer yang Memicu Cuaca Ekstrem

BMKG menjelaskan bahwa dalam sepekan ke depan, pengaruh dinamika atmosfer global, regional, dan lokal sangat signifikan. Fenomena ENSO terpantau berada pada fase negatif yang menunjukkan adanya La Niña lemah, sehingga meningkatkan pasokan uap air di wilayah Indonesia. Selain itu, suhu muka laut yang relatif hangat di sebagian besar perairan Indonesia turut memperkuat pembentukan awan hujan.

Aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO) juga diprakirakan aktif melintasi sebagian besar wilayah Indonesia, termasuk NTB, Bali, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua. Kombinasi MJO, Gelombang Kelvin, dan Gelombang Rossby Ekuator meningkatkan aktivitas konvektif, terutama di kawasan timur Indonesia.

Prospek Cuaca untuk Periode 9–15 Januari 2026

Periode 9–11 Januari 2026

Cuaca di Indonesia umumnya didominasi hujan ringan hingga lebat. NTB masuk dalam kategori siaga untuk potensi hujan lebat hingga sangat lebat, yang dapat disertai kilat dan angin kencang. Wilayah lain yang perlu waspada meliputi NTT, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Maluku Utara, dan Papua Selatan.

Angin kencang juga berpotensi terjadi di NTB, Bali, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, serta sebagian Sulawesi dan Maluku.

Periode 12–15 Januari 2026

Pada periode ini, hujan masih berpotensi terjadi secara luas. NTB kembali masuk wilayah yang perlu diwaspadai, bersama Bali, NTT, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Risiko hujan lebat disertai angin kencang masih cukup tinggi, terutama di wilayah dengan topografi perbukitan dan daerah aliran sungai.

Imbauan Keselamatan dari BMKG

BMKG mengimbau masyarakat pesisir, nelayan, operator kapal, serta pengelola pelabuhan untuk:

  • Memantau prakiraan cuaca dan gelombang secara berkala
  • Menunda aktivitas laut jika kondisi tidak aman
  • Mengutamakan keselamatan jiwa dan sarana pelayaran

BMKG juga menegaskan bahwa peringatan dini ini bersifat dinamis dan dapat diperbarui sesuai perkembangan atmosfer dan laut. Informasi resmi dapat diakses melalui kanal BMKG Maritim dan layanan informasi 196.

Dengan kewaspadaan dan kesiapsiagaan yang baik, diharapkan risiko kecelakaan laut serta dampak cuaca ekstrem di NTB dan wilayah Indonesia lainnya dapat diminimalkan selama periode cuaca kurang bersahabat ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *