Bangko, Forumnusantaranews.com-
Proses revalidasi status UNESCO Global Geopark (UGGp) Merangin-Jambi memasuki hari terakhir pada Kamis (13/8/2026).
Dua evaluator dunia,Prof. Dr. Yongmun Jeon asal Jeju Island UGG (Korea Selatan) dan Mr. Nicolas Klee asal Monts D’Ardeche UGG (Prancis), menyisir enam titik penilaian strategis di wilayah Kabupaten Merangin.
Dalam peninjauan lapangan ini, tim evaluator didampingi langsung oleh General Manager Geopark Merangin-Jambi Agus Zainudin, serta perwakilan dari Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS).
Enam Titik Strategis Disisir Tim Evaluator Danau Pauh, Desa Pulau Tengah, Kecamatan Jangkat Rangkaian evaluasi diawali di Danau Pauh. Kedua evaluator menyusuri danau menggunakan perahu sembari melihat pohon pauh yang menjadi asal-usul penamaan danau. Evaluator juga berdialog dengan warga untuk menggali dampak geosite terhadap ekonomi warga di sektor pariwisata, perhotelan, hingga UMKM,
Desa Rantau Kermas, Kecamatan Jangkat Tim meninjau Tugu Kalpataru, simbol penghargaan yang diraih Kelompok Pengola Hutan Adat (KPHA) Depati Kara Jayo Tuo dari Kementerian LHK tahun 2019 atas keberhasilan menjaga hutan adat 130 hektar secara turun-temurun.
Tak jauh dari sana, evaluator meninjau Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) Rantau Kermas berkapasitas 37–41 kW yang beroperasi sejak 2018. Memanfaatkan aliran Sungai Batang Langkup, fasilitas ini jadi bukti keterikatan kelestarian hutan adat dan kemandirian energi.
Evaluator juga berkeliling melihat arsitektur Rumah Tuo (rumah panggung)Desa Rantau Kermas dan hasil perkebunan kulit manis dan kopi milik warga,
Rumah Produksi Kopi Lembah Mentenang (LM), Desa Muara Madras, Kecamatan Jangkat Sebagai penilaian pilar ekonomi berbasis konservasi, rombongan menyambangi Kopi LM. Kopi yang ditanam di tanah subur hasil letusan Gunung Masurai ini merupakan geoproduk unggulan sekaligus UMKM binaan Geopark Merangin-Jambi,
Basecamp Mount Masurai, Desa Sungai Lalang, Kecamatan Lembah Masurai Tim mencermati pemetaan rute pendakian serta potensi keanekaragaman hayati kawasan Gunung Masurai,
Alat Pendeteksi Gempa BMKG, Desa Tuo, Kecamatan Lembah Masurai Evaluator meninjau fasilitas mitigasi bencana yang dibangun 2025. Alat ini berfungsi sebagai sistem peringatan dini getaran gempa bagi masyarakat sekitar,
Air Terjun Sigerincing, Desa Tuo, Kecamatan Lembah Masurai.
Rangkaian diakhiri di Air Terjun Sigerincing. Geosite penting yang terbentuk dari aktivitas letusan purba Gunung Masurai (pre-caldera era) ini menjadi salah satu daya tarik utama geologi Merangin-Jambi.
Penerjemah dari Balai Bahasa Jambi, Lukman, menyampaikan bahwa secara umum seluruh agenda peninjauan berjalan lancar.
“Pada dasarnya para evaluator telah melihat langsung seluruh potensi yang ada dan sudah memiliki catatan untuk penilaian revalidasi. Hasil peninjauan ini nantinya akan disampaikan secara resmi dalam progress report di kantor BP Geopark Merangin Jambi,” kata Lukman.
Revalidasi ini menjadi penentu apakah Merangin-Jambi akan tetap menyandang status UNESCO Global Geopark untuk 4 tahun ke depan.(*)
Hasil Terakhir Revalidasi UNESCO, Evaluador Dunia Telusuri 6 Geosite di Merangin-Jambi















