Heboh Promosi Miras dengan Al-Qur’an, PAN Minta Polri Segera Tindak Lanjuti

Politik24 Dilihat



JAKARTA – Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) PAN di Komisi VIII DPR RI, Sigit Purnomo Said atau yang lebih dikenal dengan nama Pasha, mengecam penggunaan Surat Al-Qur’an dalam promosi minuman beralkohol. Ia meminta aparat penegak hukum segera mengambil tindakan terhadap kasus tersebut.

“Kami dorong Polri segera mengambil tindakan. Harus segera dipanggil, diperiksa, bahkan kalau perlu, ditahan,” ujar Pasha kepada awak media, Selasa (11/8).

Menurut Pasha, pengusutan hukum sangat penting dilakukan agar tidak memicu kemarahan masyarakat dan mendorong publik mengambil kesimpulan sendiri. Ia khawatir jika hal ini tidak segera ditangani, akan terjadi reaksi yang lebih besar dari masyarakat.

“Jangan sampai masyarakat atau umat Islam mengambil kesimpulan sendiri. Amarah rakyat akan lebih banyak,” tambahnya.

Eks Wali Kota Palu itu mengingatkan aparat tidak menganggap remeh persoalan promosi miras memakai surat di Al-Qur’an. Dia mengungkit polemik promosi minuman beralkohol Holywings yang sebelumnya sempat memicu kemarahan publik.

“Kan, begitu. Apa kita lupa kejadian Holywings? Ini mengingatkan kita kembali ke soal itu,” ujar Pasha.

Pasha menilai bahwa pihak yang terlibat dalam pelaksanaan promosi harus dimintai pertanggungjawaban. Termasuk penyelenggara dan pembawa acara yang diduga menjalankan permainan atau tantangan pelafalan surat Al-Qur’an demi sebotol miras.

“Siapa yang paling bertanggung jawab? Penyelenggara acara, termasuk yang memainkan gim itu. Siapa itu? MC-nya, host-nya,” katanya.

Menurut Pasha, penggunaan surat di Al-Qur’an dalam promosi minuman beralkohol merupakan tindakan yang tidak pantas dan tidak beradab. Ia menyebut tindakan tersebut sebagai tidak Pancasilais dan tidak beradab.

“Ini sangat tidak Pancasilais, tidak beradab,” ujarnya.

Pasha juga menyampaikan bahwa Komisi VIII DPR RI mengecam tindakan promosi miras memakai surat di Al-Qur’an.

“Kalau kaitan dengan Komisi VIII, Komisi VIII mengecam. Saya selaku Kapoksi PAN mengecam,” kata dia.

Sebelumnya, video viral yang memperlihatkan kejadian di stan Newport ketika berlangsung pertunjukan musik The Sound Project. Dalam video tersebut, tampak pemandu acara membuat tantangan melafalkan Surat Ad-Dhuha bagi pengunjung konser untuk mendapatkan sebuah botol.

Seorang pengunjung wanita terekam melafalkan Surat Ad-Dhuha dari awal sampai selesai, sementara para pekerja di stan Newport terlihat berjingkrak. Kemudian, seorang pembawa acara mempersilakan seorang wanita yang mampu melafalkan Surat Ad-Dhuha memilih sebuah botol miras.

Peristiwa ini memicu kontroversi dan kritik dari berbagai pihak, terutama dari kalangan umat Islam yang merasa tidak nyaman dengan penggunaan ayat suci dalam promosi produk yang dianggap tidak sesuai dengan nilai-nilai agama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *