
Forumnusantaranews.com- Kepedulian dan semangat gotong royong terlihat dalam penanganan kebakaran hutan di kawasan Gunung Burangrang yang masuk wilayah Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta. Kades Cihanjawar dan Kades Pasangrahan hingga Camat Bojong, Dede Iskandar, turun langsung ke lokasi untuk meninjau sekaligus terlibat dalam upaya pemadaman api.
Kebakaran tersebut terjadi di dua wilayah desa, yakni Desa Cihanjawar dan Desa Pasangrahan. Peristiwa diperkirakan mulai terjadi sekitar pukul 14.00 WIB.
Meski sebagian besar area telah berhasil diamankan, proses pemadaman hingga kini masih terus dilakukan. Kondisi medan yang memiliki banyak titik api membuat petugas harus tetap waspada. Sejumlah kepulan asap kecil juga masih terlihat, terutama dari area bunga pinus, sehingga upaya pendinginan dan penyisiran terus dilakukan untuk memastikan api tidak kembali membesar.
Dalam penanganan kebakaran tersebut, berbagai unsur bergerak bersama. Petugas Damkar, BPBD, BKSDA, relawan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta masyarakat sekitar bahu-membahu melakukan pemadaman dan mengantisipasi meluasnya api.
Camat Bojong Dede Iskandar menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah ikut turun tangan membantu proses pemadaman.
“Terima kasih kepada Damkar, BPBD, BKSDA, para relawan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan masyarakat yang telah bersama-sama membantu memadamkan api. Ini merupakan bentuk kepedulian dan gotong royong dalam menjaga lingkungan serta keselamatan bersama,” ujar Dede, Rabu 26 Agustus 2026.
Menurutnya, kebersamaan seluruh unsur menjadi kekuatan penting dalam menghadapi kondisi seperti ini. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan apabila menemukan kembali titik api atau kepulan asap di kawasan hutan.
Semangat gotong royong yang ditunjukkan petugas dan masyarakat menjadi bukti bahwa menjaga kawasan hutan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan kepedulian semua pihak.
Dengan sebagian besar titik api telah berhasil dikendalikan, petugas bersama masyarakat masih terus melakukan pemantauan dan pendinginan hingga kondisi kawasan benar-benar dinyatakan aman.

















