Kakanwil Kemenag Jambi: Isi Kemerdekaan dengan Ilmu, Integritas, dan Kerukunan

Daerah9 Dilihat

Jambi, Forumnusantaranews.com-
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi menggelar Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026) di Lapangan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Jambi.
Upacara dipimpin langsung Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jambi, Mahbub Daryanto. Upacara diikuti ASN Kemenag, tenaga pendidik, dan peserta didik madrasah se-Kota Jambi.
Dalam amanat Menteri Agama RI yang dibacakan, Kakanwil Mahbub Daryanto mengingatkan bahwa kemerdekaan adalah amanah yang harus disyukuri dan diwujudkan dengan mengisi kemerdekaan melalui ilmu, kerja keras, integritas, inovasi, dan pengabdian.
“Kemerdekaan adalah hasil perjuangan para pahlawan bangsa yang diwariskan kepada generasi penerus untuk dijaga dengan mengembangkan ilmu dan memanfaatkannya untuk kebaikan bagi manusia dan alam raya,” tegasnya.
Ia menekankan, seluruh komponen bangsa harus bekerja dengan sungguh-sungguh, melayani dengan tulus, merawat kerukunan, menguasai teknologi tanpa kehilangan etika, serta menjadikan agama sebagai sumber kedamaian, persatuan, dan kemajuan bangsa.
Kakanwil menyampaikan, kerukunan adalah modal dasar pembangunan. Indonesia besar karena keberagaman. “Perbedaan bukanlah alasan untuk bermusuhan, dan agama bukanlah alasan untuk saling menjauh. Nilai-nilai agama harus menjadi jalan untuk saling menguatkan dan memberi makna kehidupan. Agama harus menjadi sumber pencerahan, kedamaian, serta kemaslahatan,” ujarnya.
Kementerian Agama, lanjut Mahbub, terus mendorong pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan pikiran tetapi juga membentuk karakter. Melalui _Kurikulum Berbasis Cinta_, Kemenag ingin melahirkan peserta didik yang berkarakter dan toleran.
Melalui program Ekoteologi, Kemenag juga menggerakkan aksi nyata pelestarian alam untuk mendukung Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI). “Dengan demikian, Kementerian Agama hadir menjadi bagian penting dari pembangunan nasional,” katanya.
Memasuki era baru, Mahbub menyoroti perkembangan Artificial Intelligence (AI) yang telah mengubah cara belajar dan bekerja. “AI boleh semakin cerdas, tapi manusia harus tetap bijaksana. Satu hal yang tidak boleh berubah adalah kemanusiaan,” tegasnya.
Kemenag harus memperkuat literasi digital sekaligus literasi keagamaan. “Jangan sampai teknologi yang seharusnya mendekatkan manusia justru menyebarkan kebencian, menghasilkan kebohongan, bahkan membuat manusia kehilangan hati nurani,” katanya.
Di akhir amanat, Kakanwil berharap bangsa Indonesia dapat mewariskan kepada generasi penerus Indonesia yang lebih maju, lebih rukun, dan lebih bermartabat untuk mewujudkan Indonesia yang Berdaulat, Adil, dan Makmur.(*/Tat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *