Kejuaraan Sepak Kenchi Ultimate Jianzi Championship 2026 Sukses Digelar di Medan
Kejuaraan Sepak Kenchi Ultimate Jianzi Championship 2026 berhasil diselenggarakan di Elite One GOR, Jalan T Amir Hamzah, Kota Medan, pada 18-19 Juli 2026. Turnamen ini menjadi ajang yang sangat dinantikan oleh para pecinta olahraga tradisional Indonesia. Dalam penyelenggaraannya yang ketiga kalinya, kejuaraan ini tidak hanya bertujuan untuk mempererat silaturahmi antar klub, tetapi juga sebagai upaya memperkenalkan sepak kenchi kepada masyarakat luas.
Kejuaraan ini diprakarsai oleh Thamrin Kenchi Club (TKC) dan melibatkan berbagai klub seperti Cemara Kenchi Club, Merdeka Jianzi Club, serta Tamani Kenchi Club. Selain itu, terdapat pula klub tamu dari Singapura yang turut serta dalam kompetisi ini. Hal ini menunjukkan bahwa olahraga sepak kenchi semakin diminati bahkan di tingkat internasional.
Ketua Indonesia Shuttlecock Association (ISA), Edy Putra, menyampaikan bahwa penyelenggaraan kejuaraan tahun ini menunjukkan perkembangan yang positif. Ia menilai antusiasme peserta meningkat setiap tahunnya, termasuk perhatian dari komunitas olahraga luar negeri. Menurutnya, kejuaraan ini sengaja diadakan di GOR yang menjadi pusat aktivitas olahraga masyarakat agar sepak kenchi lebih dikenal oleh masyarakat luas, termasuk para pegiat bulu tangkis maupun cabang olahraga lainnya.
Edy Putra menjelaskan bahwa kehadiran peserta dari Singapura menjadi bukti bahwa olahraga ini mulai mendapatkan perhatian global. Ia berharap pemerintah dapat memberikan dukungan lebih besar dalam pembinaan dan pengembangan organisasi sepak kenchi. Menurutnya, sepak kenchi merupakan olahraga tradisional dengan sejarah panjang yang dianggap sebagai cikal bakal lahirnya olahraga seperti bulu tangkis dan sepak takraw.
Peran Komunitas Olahraga dalam Pengembangan Sepak Kenchi
Sementara itu, Ketua Umum Thamrin Kenchi Club (TKC), Wendy Zheng, mengatakan bahwa penyelenggaraan kejuaraan ini menjadi momen penting untuk memperkuat hubungan antarklub sekaligus memperluas jaringan persahabatan dengan komunitas olahraga dari luar negeri. Ia menyampaikan apresiasi atas kehadiran tamu spesial dari Singapura yang membuat kejuaraan ini semakin bermakna.
Wendy Zheng menjelaskan bahwa pemilihan lokasi Elite One GOR sebagai tempat pertandingan bukan tanpa alasan. Selain berada di pusat Kota Medan, lokasi tersebut ramai dikunjungi masyarakat sehingga diharapkan mampu memperkenalkan sepak kenchi kepada lebih banyak orang. Tujuan utama dari pemilihan lokasi ini adalah agar masyarakat yang datang berolahraga bisa melihat langsung pertandingan sepak kenchi.
Ia berharap seluruh komunitas dan klub dapat terus bekerja sama untuk meningkatkan kualitas permainan sekaligus memperluas pembinaan atlet usia dini. “Kami ingin olahraga ini terus berkembang. Tidak hanya meningkatkan kualitas permainan, tetapi juga memperkenalkan sepak kenchi kepada bibit-bibit baru,” tambahnya.
Kehadiran Peserta dan Rangkaian Pertandingan
Di sisi lain, Ketua Panitia Augustinus mengungkapkan bahwa kejuaraan tahun ini diikuti sebanyak 125 peserta, termasuk atlet dari Singapura. Selama dua hari pelaksanaan, seluruh rangkaian pertandingan berlangsung dengan lancar dan penuh semangat kebersamaan. Augustinus menyampaikan rasa syukur karena semua pertandingan berjalan baik dan peserta terlihat menikmati setiap laga.
Menurut Augustinus, tujuan utama penyelenggaraan kejuaraan adalah mempererat persaudaraan di antara para pecinta sepak kenchi. Ia berharap peserta bisa bermain dengan gembira, tetap sehat, menjunjung sportivitas, dan yang paling penting adalah mempererat kebersamaan. Nilai-nilai inilah yang ingin dibangun melalui kejuaraan ini.
Tinggalkan Balasan