, KUDUS – Kekeringan di Kabupaten Kudus saat ini telah melanda empat desa.
Kekeringan yang dampaknya mulai dirasakan pada pertengahan Juli 2026, saat ini telah melanda empat desa yang tersebar di tiga kecamatan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus mencatat, kekeringan pada tahun 2026 ini awalnya melanda Desa Glagahwaru, Kecamatan Undaan.
Saat ini, kekeringan juga melanda Desa Setrokalangan dan Kedungdowo yang ada di Kecamatan Kaliwungu.
Selain itu, kekeringan juga melanda Desa Colo, Kecamatan Dawe.
Kepala BPBD Kudus Eko Hari Djatmiko mengatakan, pihaknya berupaya untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga yang terdampak kekeringan.
BPBD bekerja sama dengan sejumlah lembaga lain dalam penyediaan air bersih.
Baik lembaga swasta maupun lembaga pemerintah.
“Kami terus berupaya memenuhi kebutuhan air bersih untuk warga terdampak kekeringan,” kata Eko, Sabtu (5/9/2026).
Eko mengatakan, dampak kekeringan mulai dirasakan oleh warga Desa Glagahwaru sejak 15 Juli 2026 dan sampai saat ini terdapat 1.695 jiwa yang terdampak.
Sementara untuk warga di Desa Setrokalangan dampak kekeringan mulai dirasakan sejak 18 Agustus 2026 dengan jumlah warga yang terdampak terdapat 375 jiwa.
Selanjutnya, untuk Desa Kedungdowo kekeringan mulai dirasakan sejak 28 Agustus 2026 dengan warga yang terdampak yaitu sebanyak 295 jiwa.
Terakhir, di Desa Colo, dampak kekeringan mulai dirasakan sejak 9 Agustus 2026 dan warga yang terdampak sebanyak 80 jiwa.
“Untuk penyediaan air bersih, kami bersama sejumlah lembaga lain sudah melakukan suplai air bersih total sebanyak 994.000 liter kepada warga yang terdampak kekeringan,” katanya.
Suplai air bersih tersebut dilakukan dengan menempatkan tandon air di tengah permukiman warga yang terdampak kekeringan.
Tandon air tersebut secara berkala diisi air bersih.
Beberapa lembaga yang terlibat dalam menyuplai air bersih untuk warga terdampak kekeringan yakni TNI, kepolisian, Bhayangkari, Satpol PP, PDAM, Balai Besar Wilayah Sungai Pemali-Juana, PMI, dan sejumlah lembaga lain.
Dampak kekeringan yang semakin meluas ini juga membuat Pemerintah Kabupaten Kudus sebelumnya menggelar salat istisqa atau meminta hujan di halaman Pendopo Kudus pada Jumat 4 September 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Kudus Sam’ani Intakoris berikut ratusan orang.
Salat tersebut dilakukan sebagai bentuk ikhtiar spiritual dalam menghadapi kekeringan yang terjadi di Kudus.
“Salat istisqa ini dilakukan untuk meminta kepada Allah agar Kudus diberi hujan yang berkah dan barakah,” kata Sam’ani. (goz)


















