Kekeringan Melanda, Pemkot Jambi Turun langsung Distribusikan Air Bersih

Daerah62 Dilihat

Jambi, Forumnusantaranews.com-

Pemerintah Kota Jambi kembali bergerak cepat membantu warga yang terdampak
kekeringan. Melalui Perumdam Tirta Mayang dan perangkat daerah terkait,
Pemkot menyalurkan air bersih untuk masyarakat yang kesulitan mendapatkan
air untuk kebutuhan sehari-hari. Penyaluran dipimpin langsung Wakil Wali
Kota Jambi Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., didampingi Ketua DPRD Kota Jambi
Kemas Faried Alfarelly, Direktur Utama Perumdam Tirta Mayang Arianto, S.T.,
serta jajaran OPD terkait, Selasa (06/10/2026).

Air bersih didistribusikan ke kawasan Jalan Platur Utama RT 43 dan
Perumahan Aura Bimantara RT 41, Kelurahan Simpang Tiga Sipin, Kecamatan
Kota Baru, sebanyak lebih kurang 12.000 liter. Selain menyalurkan air
bersih, rombongan juga berdialog dengan warga untuk mengetahui secara
langsung kondisi dan kebutuhan masyarakat di lapangan.

Diza mengatakan kawasan tersebut termasuk wilayah yang mengalami kekeringan
cukup parah. Debit air sumur warga menurun, bahkan sebagian sumur tidak
lagi menghasilkan air. “Memang ini merupakan salah satu area yang airnya
sangat kurang. Masyarakat di sini mengalami kekeringan, termasuk
sumur-sumur warga,” ujar Diza.

Berdasarkan laporan masyarakat, kondisi itu telah berlangsung sekitar dua
bulan dan terutama dirasakan warga yang masih mengandalkan sumur tanah
sebagai sumber air. Sebagian warga di kawasan tersebut merupakan pelanggan
Perumdam Tirta Mayang. Namun gangguan pada fasilitas booster memengaruhi
kelancaran distribusi air.

“Untuk masyarakat yang memang merupakan pelanggan PDAM, berdasarkan laporan
dari Direktur PDAM saat ini ada kerusakan pada booster. Insya Allah pada
bulan November ini sudah kembali normal,” jelasnya.

Bagi warga yang belum menjadi pelanggan, Pemkot Jambi mengambil langkah
cepat dengan mendistribusikan air bersih menggunakan armada tangki ke
wilayah yang terdampak kekeringan.

“Khusus untuk masyarakat yang belum menjadi pelanggan PDAM dan masih
bergantung kepada sumur tanah, sesuai arahan Pak Wali Kota, kami mencoba
mendistribusikan air bersih ke area-area yang memang mengalami kekeringan,”
kata Diza.

Diza mengakui distribusi air bersih masih menghadapi keterbatasan, terutama
jumlah armada dan kapasitas air yang dapat disalurkan. Karena itu
pemerintah terus memaksimalkan distribusi dengan melibatkan Perumdam Tirta
Mayang, Forkopimda, BPBD, Damkar, Dinas Sosial, kecamatan, kelurahan, dan
OPD terkait.

“Memang dalam prosesnya masih banyak kekurangan, termasuk jumlah liter air
yang diberikan mungkin belum sesuai dengan harapan masyarakat. Namun, kami
akan terus mencoba memaksimalkan,” ujarnya.

Menurut Diza, kondisi cuaca dan perubahan sumber air baku turut memengaruhi
kapasitas produksi air bersih. Pemerintah perlu memastikan proses
pengolahan tetap memperhatikan kualitas air yang dihasilkan. Ia menegaskan
wilayah yang paling membutuhkan akan menjadi prioritas dalam
pendistribusian air bersih.

“Dengan kondisi yang ada, kami mencoba memaksimalkan pendistribusian air
ini ke area-area yang memang membutuhkan,” tegasnya.

Diza menambahkan persoalan kekeringan tidak hanya terjadi di satu kawasan.
Sejumlah wilayah di Kota Jambi juga mengalami kondisi serupa, sehingga pola
distribusi terus dievaluasi agar bantuan tepat sasaran dan berkelanjutan.

“Kita melihat bagaimana kebutuhan masyarakat dan bagaimana pola distribusi
yang paling tepat,” jelasnya.

Direktur Utama Perumdam Tirta Mayang Kota Jambi Arianto menjelaskan
pihaknya tengah melakukan pembenahan sistem distribusi di sejumlah wilayah
yang mengalami gangguan pengaliran.

Untuk kawasan Mayang dan Purnama, pemasangan mesin booster dan jaringan
pipa sedang dilakukan. Pekerjaan tersebut ditargetkan selesai dalam waktu
sekitar satu hingga dua minggu.

“Insya Allah kalau dalam waktu seminggu, dua minggu selesai, mungkin di
bulan November pengaliran akan perlahan stabil,” ujar Arianto.

Setelah booster dan jaringan pipa beroperasi optimal, waktu pengaliran air
kepada pelanggan diharapkan meningkat bertahap, dari yang saat ini sekitar
empat jam pada malam hari menjadi lebih lama.

“Yang saat ini wilayah sini hanya mengalir di malam hari empat jam, mungkin
akan meningkat delapan jam dan akhirnya bisa sampai 16 jam secara optimal,”
jelasnya.

Sementara bagi masyarakat yang belum menjadi pelanggan Perumdam Tirta
Mayang, penanganan dilakukan melalui koordinasi dengan Pemkot Jambi.
Perumdam Tirta Mayang bersama pemerintah daerah juga membentuk pola kerja
sama melalui satuan tugas untuk merespons laporan warga yang membutuhkan
air bersih.

Arianto mengimbau masyarakat yang mengalami kesulitan air bersih agar
menyampaikan laporan melalui ketua RT, lurah, atau perangkat pemerintah
setempat.

“Jadi masyarakat bisa berkomunikasi dan melaporkan dengan Pak Lurah, dan
laporan tersebut akan kita tindak lanjuti untuk nonpelanggan,” katanya.

Diza menegaskan ketersediaan air bersih menjadi salah satu perhatian Pemkot
Jambi di tengah kondisi cuaca yang menyebabkan kekeringan. Pemerintah
berkomitmen tidak hanya menunggu laporan, tetapi turun langsung melihat
kondisi masyarakat dan mencari solusi bersama.

“Kalau ditanya permasalahan yang timbul paling besar di Kota Jambi saat
ini, menurut saya memang kekeringan air yang disebabkan oleh kondisi cuaca
sekarang,” ungkapnya.

Ia berharap kolaborasi Pemkot Jambi, Perumdam Tirta Mayang, Forkopimda,
BPBD, Damkar, Dinas Sosial, kecamatan, kelurahan, serta seluruh OPD terkait
dapat membantu meringankan kesulitan masyarakat.

“Mudah-mudahan langkah-langkah yang sudah diambil Pemerintah Kota Jambi,
bekerja sama dengan seluruh Forkopimda termasuk PDAM, dapat meringankan
persoalan yang dirasakan masyarakat Kota Jambi,” pungkas Wawako Diza.

Pemkot Jambi memastikan penyaluran air bersih akan terus dilakukan sesuai
kebutuhan dan kondisi di lapangan. Selain bantuan air, pemerintah juga
mendorong perbaikan sistem distribusi agar pelayanan air bersih dapat
semakin optimal.

Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemkot Jambi dalam mewujudkan
Kota Jambi Bahagia, dengan memastikan kebutuhan dasar masyarakat, termasuk
akses terhadap air bersih, mendapatkan perhatian dan pelayanan yang
maksimal.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *