Kepala BPN Bondowoso Zubaidi Purnabakti, Sampaikan Pesan Perpisahan

Kepala BPN Bondowoso Zubaidi Saat menyampaikan Purnabaktinya

Bondowoso, Forumnusantaranews.com – Kepala Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Bondowoso, Zubaidi, resmi memasuki masa purnabakti setelah 36 tahun mengabdikan diri sebagai aparatur negara.

Momentum tersebut ditandai dengan penyampaian pesan perpisahan yang berlangsung di Aula Kantor BPN Bondowoso.

Zubaidi mengungkapkan rasa syukur atas perjalanan panjang pengabdiannya sejak awal karier hingga dipercaya memimpin Kantor Pertanahan Kabupaten Bondowoso.

“Terhitung mulai tanggal 1 Mei 2026, saya memasuki masa purnabakti setelah 36 tahun mengabdikan diri di ATR/BPN. Ini bukan waktu yang singkat, di mana saya belajar, tumbuh, dan mengabdi bersama institusi yang kita cintai ini,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa capaian selama ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari pimpinan hingga seluruh jajaran pegawai di lingkungan Kantor Pertanahan Bondowoso.

“Saya menyampaikan terima kasih yang tak terhingga atas sinergi, loyalitas, dan dedikasi seluruh rekan kerja dalam membangun pelayanan pertanahan yang lebih baik bagi masyarakat,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Zubaidi juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh jajaran apabila selama memimpin terdapat kekhilafan, baik dalam tutur kata, kebijakan, maupun sikap.

“Sebagai manusia biasa, saya mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya atas segala kekurangan selama saya menjalankan amanah,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia menitipkan keberlanjutan kemajuan Kantor Pertanahan Bondowoso kepada seluruh pegawai, seraya mengajak untuk terus menjaga integritas dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Saya titipkan kantor yang kita banggakan ini kepada teman-teman semua. Mari terus menjaga marwah institusi, meningkatkan integritas, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegas Zubaidi.

Ia juga optimistis bahwa di bawah kepemimpinan selanjutnya, Kantor Pertanahan Kabupaten Bondowoso akan semakin berkembang dan berprestasi.

Mengakhiri pernyataannya, Zubaidi menegaskan bahwa masa purnabakti bukanlah akhir dari pengabdian, melainkan awal dari bentuk kontribusi lain di tengah masyarakat.

“Purnabakti bukanlah akhir dari pengabdian. Silaturahmi dan kekeluargaan harus tetap terjalin. Pintu rumah saya di Bojonegoro selalu terbuka,” pungkasnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *