Pengembangan Kota Pintar Toyota Woven City
Toyota terus mempercepat inovasi melalui pengembangan kota pintar bernama Toyota Woven City di Susono, Jepang. Proyek ini menjadi pusat uji coba teknologi mobilitas masa depan berbasis kecerdasan buatan (AI). Dalam agenda global bertajuk Kakezan, distributor Toyota dari berbagai negara diajak melihat langsung bagaimana kota ini dirancang sebagai ekosistem mobilitas terintegrasi.
Toyota Woven City dikembangkan sebagai test course for mobility yang menggabungkan manusia, kendaraan, dan infrastruktur dalam satu sistem. Fokus utamanya adalah menciptakan mobilitas yang aman, efisien, dan terhubung. Pengembangan kota ini berlandaskan empat pilar utama yaitu People (manusia), Goods (barang), Information (informasi) dan Energy (energi).
Menurut President Director PT Toyota-Astra Motor, Takuya Yokohama, Woven City menjadi tempat kolaborasi antara peneliti dan masyarakat untuk menguji teknologi secara langsung. “Berbagai inovasi seperti kendaraan otonom hingga infrastruktur lalu lintas diuji dalam kehidupan nyata,” ujarnya.
Transformasi Toyota Menjadi Mobility Company
Sejak 2018, Toyota bertransformasi dari produsen mobil menjadi perusahaan mobilitas (mobility company). Langkah ini diwujudkan melalui konsep Total Mobility Solution yang mengutamakan keamanan, kenyamanan, dan kemudahan. Di Indonesia, strategi ini diperkuat lewat pengembangan kendaraan hybrid, Aplikasi digital berbasis IoT, Teknologi keselamatan canggih.
Ada beberapa model hybrid yang populer antara lain Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid, Toyota Yaris Cross Hybrid dan Toyota Veloz Hybrid. Selain itu, teknologi Toyota Safety Sense juga menjadi fokus pengembangan untuk meningkatkan keselamatan berkendara.
Woven City, Laboratorium Hidup Teknologi Mobilitas
Pertama kali diperkenalkan di Consumer Electronics Show 2020, Woven City mulai beroperasi pada 2025. Tahap awal mencakup luas area sekitar 50.000 m², 360 penghuni (peneliti dan karyawan) dan target berkembang hingga 2.000 orang. Kota ini dihuni oleh inventor: pengembang teknologi, Weaver: pengguna yang memberi masukan langsung.
Lalu energi kota berasal dari teknologi hidrogen seperti pada Toyota Mirai, menjadikannya ramah lingkungan. AI menjadi otak utama Woven City. Toyota mengandalkan sistem AI canggih untuk mengelola seluruh ekosistem kota. Beberapa teknologi utama yaitu AI Vision Engine yang bisa membaca kondisi lingkungan secara real-time.
Ada juga Integrated ANZEN System: meningkatkan keselamatan berbasis data dan Behavior AI: memprediksi perilaku manusia, Drive Sync Assist: membantu pengemudi sesuai kondisi. Teknologi ini memungkinkan kendaraan, pejalan kaki, dan infrastruktur saling terhubung dan berkomunikasi.
Filosofi Kakezan: Kolaborasi untuk Inovasi
Konsep Kakezan berarti “perkalian”, yang menggambarkan kolaborasi antara berbagai pihak untuk menghasilkan inovasi lebih besar. Vice President Director PT Toyota-Astra Motor, Jap Ernando Demily menegaskan bahwa AI akan menjadi kunci mobilitas masa depan. “Teknologi berbasis AI membuat mobilitas lebih aman, inklusif, dan relevan bagi masyarakat,” jelasnya.
Toyota Woven City bukan sekadar proyek kota pintar, tetapi laboratorium hidup untuk menguji teknologi mobilitas masa depan. Dengan dukungan AI, IoT, dan energi ramah lingkungan, Toyota menargetkan terciptanya ekosistem mobilitas yang lebih aman, terintegrasi, dan berkelanjutan. Proyek ini menjadi contoh nyata bagaimana inovasi dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.
Tinggalkan Balasan