Keyakinan Bilal Hasan usai mulai diperhatikan petarung papan atas UFC

Daerah4 Dilihat

Petarung UFC berdarah Indonesia, Bilal Hasan, mengungkapkan rencananya setelah meraih kemenangan dalam debutnya pada UFC Shanghai.

Bilal mengalahkan Nilson Rojas (Peru) dengan kemenangan KO pada UFC kelas terbang di Shanghai Oriental Sports Center, Shanghai, China, Sabtu (29/8/2026).

Petarung berdarah Sunda ini membuat Nilson Rojas tak berdaya setelah melayangkan hook kiri mematikan yang membuat lawan asal Peru itu terkapar pada ronde kedua.

Bilal sukses membukukan kemenangan KO kedua kalinya dalam 18 hari setelah menang di Dana White Contender’s Series season 10 pada 11 Agustus 2026 lalu.

Setelah menang, Bilal mengungkap keinginan kembali ke Indonesia.

“Semua keluarga di Indonesia cuma ayah, mama, adik di US, ibu saya di Bogor. Saya suka menyanyi dan bermain drum meski agak sedikit kelelahan,” ucap Bilal dalam wawancara dengan media, termasuk via Zoom.

“Tergantung jadwal pertarungan. Kemungkinan Desember saya akan pulang ke Indonesia. Tetapi, kalau bertanding tidak bisa (pulang). Mungkin tahun depan.”

Selain mulai sibuk sebagai petarung, pria berusia 25 tahun itu menyukai menyanyi dan bermain drum.

“Ini sesuatu yang baru seperti tahun ini adalah tujuan saya karena saya senang menjalani training dan olahraga, tetapi itu bisa membuat lelah dan bosan. Tujuan saya tahun ini kembali bermain drum,” ucap Bilal tersenyum.

Debut mengesankan petarung kelahiran Hawai itu membuat banyak petarung papan atas mulai memperhatikan kiprah selanjutnya pada UFC.

“Tentu saja saya ingin menembus lima besar di kelas terbang (flyweight) sekaligus menjadi juara di divisi ini. Pada akhirnya, itu tujuan saya,” ujar Bilal.

“Namun, seperti yang saya katakan saat pertama kali bertarung. Pelan-pelan saja seperti yang saya inginkan.Insya Allah mau bertanding sama Andre Lima atau Kalau mereka menginginkan orang lain, saya bilang ya.”

“Hanya itu yang saya lakukan, saya hanya bilang ya. Saya hanya mendengarkan apa kata manajer dan pelatih saya.”

Menurut Bilal, dengan kecapatan UFC memacunya. Dia manargetkan bisa menjadi juara pada 2028.

“Saya benar-benar melihat 2028 mungkin seperti tahun depan. Mungkin bahkan lebih awal. Kita lihat saja. Saya rasa 2028,” ujar Bilal.

“Jika mereka terus melakukan ini dan saya bertarung setiap dua bulan, mungkin dua kali dalam satu bulan. Kita tidak pernah tahu.”

Bilal mengatakan apa yang dia dapat pada pertarungan selama bulan Agustus, dari training camp hingga kemenangan pertama di UFC.

“Sejujurnya dari laga terakhir saya, saya pertama kali merasa sangat berarti. Semuanya terlalu perfect, dari DWCS, UFC Shanghai.”

Tak berselang lama setelah dinyatakan sebagai pemenang, petarung berusia 25 tahun langsung memanggil lawan berikutnya.

Bilal menantang Andre Lima yang tampil sebelum dia.

Andre Lima merupakan petarung prospek lainnya yang berada di luar peringkat. Dia juga jebolan Dana White’s Contender Series seperti Bilal tetapi dua tahun yang lalu.

Lima telah mencatat 5 kemenangan dan 1 kekalahan di UFC. Kekalahan angka mutlak dari Kevin Borjas menjadi satu-satunya noda dalam karier profesionalnya (12-1).

Petarung asal Brasil kembali ke jalur kemenangan di Shanghai. Namun, finis via kuncian guillotine pada ronde ketiga atas Namsrai Batbayar tak membuat Bilal terkesan.

“Saya tidak tahu Andrea Lima, dia baik. Saat bertemu di hotel, saya lihat orangnya baik. Oh ini orangnya kelas terbang, saya bosen sekali, tidak punya rencana.”

Di kelas terbang sekarang ada Bilal dan Joshua Van (Myanmar) yang mewakili negara Asia Tenggara.

“Saya pikir, kami akan bertarung suatu hari nanti. Saya suka gayanya. Dia membuat divisi ini menarik, saya mendukungnya,” aku Bilal.

     

Bahkan sebelum pertarungan dengan Nilson Rojas, Bilal sudah menargetkan tanggal pertarungan keduanya di UFC.

UFC Fight Night pada 18 Oktober di Edmonton, Kanada, menjadi destinasi walau Bilal tampaknya ingin menikmati jeda tarungnya setelah bulan yang sibuk.

“Seratus persen saya harus pulang dan berbicara dengan pelatih saya,” jawab Bilal saat ditanya lagi soal keinginan tampil di UFC Edmonton.

“Sejujurnya saya tidak terburu-buru. Saya baru saja tampil dua kali dalam sebulan. Pemusatan latihan secara berturut-turut sangat memengaruhi fisik kita.”

“Saya ingin pulang, saya hanya ingin mempertimbangkan semuanya dan pastinya meningkatkan kemampuan saya.”

“Saya rindu berlatih jiujitsu, rindu berlatih grappling. Jadi itu yang sudah saya tunggu, berlatih dengan rekan-rekan saya di Charlie’s Combat Club. Kita lihat saja nanti.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *