Menag Nasarudin: MTQ Nasional XXXI Harus Lahirkan Living Quran Bukan Sekedar Juara

Daerah84 Dilihat

Jakarta, Forumnusantaranews.com-

Menteri Agama Nasaruddin Umar berharap Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ)
Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang, Jawa Tengah, tidak berhenti pada
ajang kompetisi.

MTQ harus menjadi momentum menjadikan Al-Qur’an sebagai living Quran, yakni
nilai-nilai Al-Qur’an yang hidup dalam sikap dan perilaku sehari-hari.

Menag menjelaskan ada tiga tahapan kedekatan dengan Al-Qur’an. Membaca dan
menghafal adalah langkah awal untuk mendekat. Tantangan berikutnya adalah
menerjemahkan nilai Al-Qur’an dalam kehidupan nyata.

“Jadi ada beberapa kategori, ada yang dekat dengan Al-Quran, ada yang
melekat dengan Al-Quran, dan ada yang menjadi living Quran, (being the
Quran), ibaratnya sudah seperti Quran berjalan,” ujar Menag.di Jakarta,
Jumat (11/9/2026).

Menurutnya, Al-Qur’an harus hadir dalam cara manusia bersikap,
menyelesaikan persoalan, dan membangun hubungan dengan sesama.

Menag menegaskan semangat MTQ bukan hanya melahirkan qari, qariah, hafiz,
dan hafizah berprestasi. Lebih dari itu, MTQ harus mendorong lahirnya
pribadi yang mampu menghadirkan Al-Qur’an di tengah masyarakat.

“Jadilah sebagai penjernih, bukan pengeruh, jadilah penghubung, bukan
pemisah, jadilah moderator, bukan provokator, jadilah problem solver, bukan
problemator, jadilah penyuluh, bukan perusuh,” tegasnya.

Karena itu, keberhasilan MTQ tidak cukup diukur dari siapa yang meraih
juara. Para peserta diharapkan membawa semangat dan nilai Al-Qur’an setelah
kembali ke lingkungan masing-masing.

MTQ Nasional XXXI berlangsung pada 11–20 September 2026 di Semarang.
Gelaran ini mengusung tema “Menebar Cahaya Al-Qur’an dalam Harmoni Menuju
Indonesia Emas yang Berkeadaban.”

Semangat _living Quran_ juga tercermin dalam penyelenggaraan yang semakin
inklusif. Tahun ini, penyandang disabilitas mendapat ruang untuk
berpartisipasi dalam syiar Al-Qur’an.

MTQ menghadirkan ekshibisi bagi Teman Tuli serta Golongan Tilawah
Disabilitas Netra putra dan putri. Ekshibisi Teman Tuli berlangsung 14–16
September 2026. Sebanyak 28 peserta dari 14 komunitas Tuli Muslim di
berbagai daerah dijadwalkan mengikuti golongan Tilawah berupa membaca
Al-Qur’an dengan bahasa isyarat dan golongan Kitabah berupa menulis
Al-Qur’an Isyarat.

Kementerian Agama juga memperkenalkan Mushaf Al-Qur’an Isyarat dalam
momentum ini. Kehadirannya menjadi bagian dari upaya memperluas akses Teman
Tuli untuk membaca, mempelajari, dan memahami Al-Qur’an.

“Semangat yang kita hadirkan melalui MTQ ini adalah syiar Al-Qur’an yang
merangkul semua, dan menghadirkan kemaslahatan bagi semua,” ujar Menag.

Dengan demikian, MTQ Nasional XXXI diharapkan tidak sekadar menghasilkan
para juara. Lebih jauh, MTQ menjadi ruang untuk menumbuhkan manusia yang
membaca Al-Qur’an, memahami Al-Qur’an, dan menghidupkan Al-Qur’an dalam
kehidupan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *