Merasa ditipu saat beli mobil di Surabaya, belasan pembeli lapor Armuji

Daerah5 Dilihat

jatim., SURABAYA – Sejumlah warga melapor ke Wakil Wali Kota Surabaya Armuji setelah merasa ditipu oleh dealer mobil yang ada di kawasan Kenjeran. Mereka meminta kejelasan atas unitnya yang belum diterima.

Kasus itu mencuat setelah seorang konsumen, Nensi Natalia melapor kepada Armuji karena sudah membayar lunas untuk membeli mobil, namun masih belum menerimanya.

“Dari awal Januari 2026 saya sudah melakukan pelunasan 100 persen,” kata Nensi dalam video yang diunggah Armuji, saat ditulis Minggu (6/9).

“Tapi sampai saat ini saya enggak nerima unitnya dan enggak menerima pengembalian uang dari perusahaan secara penuh,” tambahnya.

Nensi mengirimkan uangnya ke rekening perusahaan tersebut, sesuai dengan arahan yang diberikan oleh seseorang yang mengaku sebagai SPV Sales perusahaan itu, RF.

“Saya kasih foto slipnya, saya serahkan, menerima kuitansi di sini, kuitansinya resmi, ada stempel, bahasnya ada meterainya, ada logonya perusahaan,” ujarnya.

Namun, dia menerima informasi kalau mobil listrik yang dibelinya harus dipoles dan baterainya rusak. Akhirnya, kendaraan tersebut tidak bisa langsung dikirim ke rumahnya.

Sales tersebut kembali memberikan informasi baterai pengganti mobil tersebut tetap jelek. Nensi memutuskan agar uangnya dikembalikan karena khawatir kualitasnya.

“Bulan Mei dia kasih saya bukti transfer ternyata uangnya enggak masuk, enggak lama saya dihubungi pihak finance tanya bukti pembayarannya, kuitansi sampai slip pembayaran,” ujarnya.

Pihak perusahaan beralasan ada permasalahan internal dan data pegawainya disalah gunakan. Selain itu, ada dugaan pemalsuan pada kuitansi yang diberikan.

Tak hanya itu, perusahaan juga menawarkan mengganti uang yang sudah diberikan dengan mobil. Nensi pun menyetujuinya tapi kendaraan yang harganya lebih murah.

“Tanggal 22 Juni saya ditransfer sungguhan Rp55 juta dari perusahaan dan percaya kalau tanggal 6 Juli sesuai janji mobilnya datang ke saya, ternyata lama enggak dikirim,” jelasnya.

Dalam video berbeda, ternyata ada sejumlah konsumen lain yang mengaku juga menjadi korban dengan berbagai modus. Seperti, mobil tidak kembali saat diservis hingga tak menerima unit.

Menanggapi itu, orang dari perwakilan perusahaan, Adi mengaku transfer uang Nensi tidak muncul pada mutasi rekening, tapi ada Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) di dua pembeli berbeda.

“Makanya kami agak kebingungan, ketika memang costumer kalau transfer kok kenapa transfernya dipecah. Daripada kami berasumsi kami melapor kepada pihak berwajib,” ucap Adi.

Sementara itu, Armuji menolak langkah yang dilakukan oleh perusahaan mobil tersebut. Menurutnya, tindakan yang diambil seakan melemparkan tanggung jawab.

“Iku lagu lawas model ngono iku (itu model lama seperti itu), ngelese wong lek salah mesti ngono (berdalihnya orang kalau salah selalu begitu). Ya, sudah kita melalui proses hukum saja,” kata Armuji.

Menurutnya, pembeli tidak merasa ditipu karena transaksi dilakukan di kantor perusahaan. Di sisi lain, mereka juga mengirimkan uang ke rekening resmi sesuai PT yang tertera.

Kemudian, Armuji memutuskan untuk menghubungi pimpinan perusahaan tersebut. Dia mengatakan ada belasan korban atas kinerja karyawannya di kawasan Kenjeran. (mcr23/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *