Momen Paskibraka Menangis dan Berpelukan Setelah Sukses Kibarkan Merah Putih di HUT Ke-81 RI di IKN

Politik10 Dilihat

Paskibraka IKN Menangis dan Berpelukan Usai Tugas Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan

Paskibraka yang bertugas dalam upacara pengibaran bendera dalam rangka perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Ibu Kota Nusantara (IKN) menunjukkan emosi yang sangat kuat setelah melaksanakan tugas mereka. Mereka terlihat menangis dan saling berpelukan usai menjalani prosesi upacara pada Senin (17/8/2026).

Upacara tersebut digelar di Plaza Seremoni, tempat yang menjadi pusat perayaan kemerdekaan tahun ini. Acara dimulai pukul 07.30 Wita dan dipimpin oleh Kepala Otorita IKN (OIKN) Basuki Hadimuljono. Pengibaran bendera Merah Putih dilakukan secara khidmat pada pukul 07.59 Wita, tepat waktu sesuai dengan tradisi yang telah lama dijalankan.

Paskibraka tahun ini terdiri dari gabungan antara purna Paskibraka Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dan siswa SMA Taruna Nusantara. Total jumlah anggota yang terlibat mencapai 17 pasukan pengibar, 8 pasukan inti, 45 pasukan pendukung, serta 5 personel cadangan. Proses latihan mereka berlangsung selama sekitar satu minggu dan diinapkan di lokasi latihan.

“Efektifnya 5 hari, tapi mereka kan sudah terbiasa. Jadi enggak perlu cukup lama, cuma seminggu, 7 hari kita inapkan di situ,” ujar Basuki saat mengukuhkan para paskibraka pada Jumat (14/8/2026) malam di Kantor OIKN.

Setelah semua pasukan paskibraka keluar dari lapangan upacara, mereka langsung saling berjabat tangan dan berpelukan dengan rekan-rekannya. Pelukan tersebut berlangsung cukup lama, sementara proses upacara masih berlangsung dan lagu Mengheningkan Cipta tengah berkumandang.

Peristiwa ini menunjukkan betapa pentingnya tugas yang diemban oleh para paskibraka. Mereka tidak hanya menjalani tugas formal, tetapi juga membawa rasa tanggung jawab dan kebanggaan sebagai bagian dari generasi muda yang siap meneruskan perjuangan bangsa.

Pasukan yang sama akan kembali bertugas dalam upacara penurunan Bendera Merah Putih. Hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan kepada mereka sangat tinggi, dan mereka dianggap mampu menjalani dua tahapan penting dalam perayaan kemerdekaan.

Sebagai bagian dari prosesi upacara, paskibraka juga memainkan peran vital dalam menjaga kehormatan dan kesakralan bendera negara. Dari latihan yang intensif hingga pelaksanaan tugas yang sempurna, mereka menunjukkan dedikasi dan komitmen yang luar biasa.

Dengan adanya peristiwa menangis dan berpelukan ini, terlihat betapa emosional dan pentingnya momen tersebut bagi para peserta. Ini bukan sekadar tugas, tetapi juga sebuah pengalaman hidup yang akan dikenang sepanjang masa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *