MTQ Nasional XXXI jadi ruang pertemuan daerah dan pengembangan penyelenggaraan

Daerah4 Dilihat

 

– Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Semarang, Jawa Tengah, tidak hanya menghadirkan beragam cabang lomba terkait Al-Qur’an.

Lebih dari itu, ada beragam kegiatan, mulai dari seminar, diskusi, pawai, pameran UMKM, serta pengembangan perlombaan dengan pemanfaatan teknologi.

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan, rangkaian MTQ Nasional XXXI tidak hanya berfokus pada perlombaan membaca dan menghafal Al-Qur’an.

Sejumlah agenda pendukung juga menghadirkan peserta dalam jumlah besar serta pembicara dari berbagai kalangan.

”Ini bukan hanya pengajian ayat suci Al-Qur’an, tapi juga saya menghadiri diskusi ya, seminar. Itu ada sekitar lima ribuan sampai enam ribuan orang yang hadir,” ujar Menag Nasaruddin Umar.

Menag juga menyoroti pengembangan cabang perlombaan dalam MTQ Nasional XXXI.

Salah satunya cabang kaligrafi yang mulai mengakomodasi penggunaan perangkat elektronik.

”Dan yang paling penting buat kita di Semarang ini, bertambah beberapa cabang perlombaan, termasuk kaligrafi. Kaligrafi selama ini kan konvensional menggunakan cat warna-warni ya, tapi sekarang menggunakan elektronik,” kata Nasaruddin Umar.

Menag juga menyebut teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) turut terlibat dalam penyelenggaraan MTQ kali ini.

”AI juga ikut terlibat di dalam MTQ kali ini,” ujar Menag Nasaruddin Umar.

Selain itu, Menag menilai lokasi kegiatan di Semarang relatif lebih terkonsentrasi dibandingkan sejumlah penyelenggaraan sebelumnya.

Kondisi tersebut dinilai memudahkan penonton, pengamat, dan masyarakat mengikuti rangkaian kegiatan.

Ruang Silaturahmi Antardaerah

Menko PMK Pratikno mengatakan, MTQ bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga ruang silaturahmi antardaerah.

Indonesia membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki akhlak mulia.

”Jadi, MTQ ini sekaligus juga ajang silaturahmi dari berbagai daerah di Indonesia. Di sini bertanding iya, tetapi yang utama juga adalah saling mengenal dan saling bersatu,” ujar Pratikno.

Semangat tersebut terlihat dalam pawai yang diikuti 37 provinsi. Setiap daerah menampilkan seni masing-masing dalam rangkaian kegiatan tersebut.

Potensi UMKM Daerah

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, MTQ Nasional XXXI juga menjadi ruang untuk memperkenalkan potensi ekonomi dan kearifan lokal dari berbagai daerah.

Menurut dia, pameran UMKM dalam rangkaian MTQ tidak hanya melibatkan pelaku usaha dari Jawa Tengah, tetapi juga menghadirkan potensi dari daerah lain.

”Artinya, ini merupakan suatu potensi ekonomi yang kita kembangkan dengan saling membagikan kearifan atau potensi wilayahnya masing-masing,” ujar Ahmad Luthfi.

Dia menyebut Jawa Tengah memiliki hampir 4,2 juta UMKM.

Kehadiran peserta dari berbagai daerah, menurutnya, dapat menjadi momentum untuk saling mengenalkan potensi dan membangun kolaborasi.

”Tidak ada daerah yang paling maju, tidak ada daerah yang paling tertinggal. Kita tumbuh bersama,” terang Ahmad Lutfi.

Rekor MURI

Rangkaian pembukaan MTQ Nasional XXXI juga mencatat penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Piagam penghargaan diberikan kepada Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti sebagai pemrakarsa kegiatan menyanyikan Mars MTQ secara hybrid oleh peserta terbanyak, dengan jumlah 288.262 peserta.

Penyerahan Rekor Dunia oleh Museum Rekor MURI kepada Walikota Semarang Agustina W. Pramestuti

Agustina menyampaikan terima kasih atas kepercayaan kepada Kota Semarang sebagai bagian dari penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI.

Dia mengatakan, terselenggaranya pembukaan merupakan hasil kerja keras berbagai pihak.

MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 berlangsung hingga 20 September.

Selain perlombaan, rangkaian kegiatan mencakup seminar, diskusi, pawai, pameran UMKM, dan agenda lain yang mempertemukan peserta dari berbagai daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *