![]()
Ilustrasi Gambar : Pondasi Pembatas yang gebyar.
Blora : -Informasi disampaikan oleh seorang aktifis pribumi Cepu sebut saja Ade ( Nama samaran ) dan beberapa orang warga yang kebetulan berada disekitar Pelaksanaan Proyek bahwa Pembangunan Terminal Cepu,Ada dugaan berbagai macam penyimpangan.
Seperti ditemukannya dugaan pondasi pembatas yang sudah mulai gebyar. Bahkan saat uji coba, dicungkil dengan kayu, semennya langsung lepas dan ambyar.

Ilustrasi Gambar : Pondasi Pembatas yang gebyar.
Kasus ini terjadi, mungkin karena adanya dugaan penggunaan pasir darat yang masih sidemantasi, sehingga berakibat fatal kepada beberapa titik kontruksi termasuk pondasi Pembatas
Kedepannya hal ini akan menimbulkan efek kurang baik terhadap kontruksi lainnya.Seperti pada pemasangan Keramik dan pengecoran lantai.
” Sudah ada beberapa keramik yang sudah lepas atau terkelupas dan pengecoran lantai yang sudah pecah pecah ,”ungkap Ade.

Ilustrasi Gambar : Keramik yang sudah lepas.
Dijelaskan oleh Ade bahwa pasir darat sidementasi masih sangat mengandung tanah liat, tidak efektif apabila dijadikan bahan beton untuk sebuah kontruksi, karena berkualitas rendah.Apabila dipaksakan hasilnya akan fatal.
“Karena, pasir masih sidementasi itu kalau kering puk atau mengembung.Sebabnya antara semen dan pasir tidak lengket lagi. Kalau sudah kering secara otomatis mudah terpisah, itulah sebabnya keramik akan mudah terkelupas “komentar Ade menyikapinya.

Ilustrasi Gambar : Pasir Darat diduga berkualitas rendah mengandung lumpur dan tanah liat.
Temuan lainnya, adalah dugaan pengurukan dasar lokasi bangunan yang disinyalir pemadatannya tidak sempurna.Karena diduga tidak menggunakan mesin vebrator.
Sehingga menyebabkan, pengecoran yang putus putus.
“Padahal infomasinya, 2 Minggu lagi terminal ini akan ditempati,”kata Ade menyayangkan.07/05/2024

ilustrasi Gambar : Pasir Darat diduga berkualitas rendah mengandung lumpur dan tanah liat.
Pada saat itu, Tim Awak Media bermaksud bertemu dengan Pihak Pelaksana. Dengan tujuan mau konfirmasi terkait dugaan temuan tersebut.
Namun setelah diketahui ruang kerjanya tutup.Dan kemudian setelah ditanyakan kepada beberapa orang disekitarnya, Tim Awak Media mendapat keterangan bahwa pihak Pelaksana sedang keluar.
Terpisah, Persoalan lain disampaikan juga oleh Ade, Pihak Pengembang saat melakukan pembongkaran kios, diduga tidak ada iktikad baik, karena diketahui, tidak ada kordinasi dengan pihak PLN, sehingga hal semacam ini tentu saja bisa membahayakan lingkungan sekitarnya

Ilustrasi Gambar : KW Meter Listrik diduga Tanpa Kordinasi Dengan PLN
“Proyek ini dananya tidak sedikit lho Mas, informasinya 32 Miliar Rupiah,” tandasnya.
Selang beberapa hari, tepatnya pada hari Sabtu, 11/05/2024, Awak Media
bermaksud bertemu Agus Pelaksana Proyek.
Tiba di tempat tujuan, Pihak Tim lalu ditemui oleh dua orang asistennya yang diduga kurang ramah menerima tamu.
Kedua asisten tersebut menyampaikan kepada Tim dan Awak Media bahwa Agus sedang tidak ada ditempat.
Penulis ( Awak Media ) lalu melakukan pemanggilan via WhatsApp.
Dalam pembicaraan kami.
Agus menyampaikan, bahwa ia bersedia menemui kami Sabtu Malam (Malam Minggu) dini hari jam 19.30 Wib Santu.
Namun pada jam 19.50 Agus mengirim pesan kepada Awak Media, ia membatalkan pertemuan.
Pesan singkatnya:
” Besok pak ketemu sy ke Blora ada kepentingan,”
Kamipun membalasnya dan menanyakan. Bisanya jam berapa ketemunya
Tidak ada jawaban dari Agus.
Besok Paginya, Minggu 12/05/2024 Awak Media mengirimi pesan lagi kepada Agus lewat WhatsAp miliknya, terkait temuan dugaan penyimpangan di lokasi Proyek.
Agus membalas singkat :
“Sy dilokasi”
Penulis ( Awak Media) membalanya dan menyampaikan kalau kurang enak badan.
” Senin ketemuan sy jg mau ke luar padangan,”pesan kedua disampaikan lagi oleh Agus kepada Awak Media.
Penulis ( Awak Media) lalu menyampaikan pesan kembali lewat WhatsAp kepada Agus, dan memohon maaf, karena seharian tidak bisa keluar, disebabkan sakit. Lalu Awak Media meminta, agar klarifikasi bisa dilakukan lewat WhatsApp.Senin, 13/05/2024
“Siap ” respon Agus dalam WhatsApp miliknya Senin, 13/05/2024
Akan tetapi sampai berita ini diturunkan, belum dapat konfirmasi apapun dari Agus***
Penulis dan Pemberitaan oleh : Ach. Junaidi Aszar C.Ar Wda. (Ajas)
Tinggalkan Balasan