Peringatan Cuaca Sulbar: Hujan Lebat dan Angin Kencang di Mamasa dan Polman

Peringatan Cuaca Ekstrem di Sulawesi Barat

Pada Jumat, 10 Januari 2026, masyarakat Sulawesi Barat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang bisa terjadi pada sore hari. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini sejak pukul 15.00 WITA. Dalam rilisnya, BMKG menyampaikan bahwa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dapat terjadi, disertai kilat/petir serta angin kencang.

Cuaca ekstrem ini diprediksi akan mulai berlangsung sekitar pukul 15.15 WITA dan diperkirakan masih berlangsung hingga pukul 16.30 WITA. Wilayah yang terdampak meliputi beberapa kecamatan di Kabupaten Mamasa dan Kabupaten Polewali Mandar. Di Kabupaten Mamasa, wilayah seperti Sumarorong, Mambi, Pana, Messawa, Sesenapadang, Tanduk Kalua, Bambang, Balla, Nosu, Rantebulahan Timur, dan Mehalaan berpotensi mengalami hujan lebat.

Sementara itu, di Kabupaten Polewali Mandar, wilayah yang terkena dampak antara lain Kecamatan Matangnga, Tapango, Mapilli, Anreapi, Matakali, dan Bulo, beserta daerah sekitarnya. BMKG juga menegaskan bahwa potensi cuaca ekstrem ini bisa meluas ke wilayah-wilayah lain di Sulawesi Barat.

Dampak yang Mungkin Terjadi

Masyarakat diminta untuk memperhatikan ancaman yang bisa muncul akibat kondisi cuaca ini. Beberapa risiko utama yang perlu diperhatikan adalah:

  • Genangan air yang bisa terjadi di permukaan jalan atau area rendah.
  • Tanah longsor, terutama di daerah lereng atau tempat yang rentan terhadap erosi.
  • Pohon tumbang karena angin kencang yang bisa mengancam keselamatan dan infrastruktur.
  • Gangguan aktivitas akibat petir dan angin kencang yang bisa mengganggu kegiatan luar ruangan.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk memperhatikan informasi cuaca secara berkala dan menghindari beraktivitas di luar rumah saat cuaca buruk. Jika terjadi kondisi darurat, segera hubungi pihak berwenang atau instansi terkait.

Langkah Pencegahan dan Kesadaran Diri

Untuk mengurangi risiko yang mungkin terjadi, masyarakat disarankan melakukan langkah-langkah pencegahan, seperti:

  • Menyimpan barang berharga di tempat yang aman.
  • Memastikan atap dan struktur bangunan dalam kondisi baik.
  • Menghindari area yang rawan banjir atau longsoran tanah.
  • Memperhatikan peringatan dari instansi terkait.

Dengan kesadaran dan persiapan yang matang, masyarakat bisa lebih siap menghadapi kondisi cuaca ekstrem. Selain itu, penting bagi setiap individu untuk saling mengingatkan dan membantu sesama agar bisa mengurangi dampak negatif dari cuaca buruk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *