Plt Bupati Tulungagung Hadiri Panen Perdana Tebu Program Bongkar Ratoon di Desa Bolorejo

Daerah, Tulungagung17 Dilihat

ForumNusantaraNews.TULUNGAGUNG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung menggelar panen perdana tebu program Bongkar Ratoon tahun 2025 di Desa Bolorejo, Kecamatan Kauman, Rabu (7/10/2026).

Momentum panen di lahan seluas 4,55 hektar ini bertepatan dengan peringatan Hari Tani Nasional 2026.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi memacu produktivitas tebu daerah, dengan taksasi panen perdana mencapai 90 ton per hektar.

Kegiatan tersebut dihadiri Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin, jajaran Forkopimda, Kepala Dinas Pertanian, manajemen PG Mojopanggung (PT Sinergi Gula Nusantara), penyuluh, serta kelompok tani setempat.

Ahmad Baharudin menegaskan, program bongkar ratoon bukan sekadar mengganti tanaman lama, melainkan upaya strategis meningkatkan hasil panen jangka panjang.

Dengan penggunaan bibit unggul nasional, tanaman tebu diproyeksikan mampu bertahan hingga 10 kali masa ratoon tanpa mengorbankan kualitas hasil.

“Program bongkar ratoon dirancang agar tanaman tebu dapat dipanen hingga 10 kali masa ratoon dengan hasil tetap maksimal, didukung bibit unggul terpilih secara nasional,” terang Baharudin.

Menurutnya, dampak program bongkar Ratoon mulai terlihat dari peningkatan luas areal tanam tebu Tulungagung dari 3.800 hektare pada 2025 menjadi lebih dari 4.000 hektare pada 2026.

Capaian tersebut mencakup program bongkar ratoon seluas 151 hektare dan perluasan lahan baru sebesar 207 hektare.

Dalam arahannya, Baharudin menekankan empat fokus utama sektor perkebunan tebu daerah.

Pertama, peningkatan kualitas serta volume produksi. Kedua, penguatan kemitraan petani dan pabrik gula.

Ketiga, penerapan teknologi pertanian modern. Terakhir atau keempat, pengembangan industri gula yang berkelanjutan.

Di sisi lain, keberadaan PG Mojopanggung yang beroperasi sejak 1852 terus menjadi pilar ekonomi daerah.

General Manager PG Mojopanggung Agus Budi Juwono menyampaikan, musim giling tahun 2026 dijadwalkan berlangsung 148 hari (3 Juni–25 Oktober) dengan kapasitas giling 3.000 ton tebu per hari.

Operasional pabrik menyerap sekitar 650 tenaga kerja langsung serta ribuan pekerja tebang dan angkut.

Apresiasi juga disampaikan Ketua Kelompok Tani Tani Unggul, Endang Suwarti. Ia menilai keberhasilan panen perdana ini merupakan buah dari pendampingan intensif Dinas Pertanian, penyuluh, dan PG Mojopanggung yang berjalan secara solid.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *