Profil Kabupaten Pakpak Bharat, daerah pemekaran penghasil gambir terbesar di Sumut

Daerah91 Dilihat

Kabupaten Pakpak Bharat merupakan salah satu wilayah di Provinsi Sumatera Utara yang menyimpan kekayaan alam dan budaya memukau.

Beribu kota di Kecamatan Salak, kabupaten ini terbentuk pada 28 Juli 2003 sebagai hasil pemekaran dari Kabupaten Dairi.

Melansir dari situs resmi Pemkab Pakpak Bharat, kabupaten ini memiliki luas 1.218,30 km⊃2; dengan ketinggian sekitar 700 hingga 1.590 meter di atas permukaan laut.

Bupati Pakpak Bharat saat ini adalah Franc Bernhard Tumanggor. Ia memimpin Kabupaten Pakpak Bharat bersama wakilnya, H. Mutsyuhito Solin. 

Keduanya memimpin Kabupaten Pakpak Bharat setelah berhasil memenangkan Pilkada Pakpak Bharat 2024 melawan kotak kosong dan telah dilantik untuk masa jabatan periode kedua (2025–2030).

 

Kondisi Geografis, Demografi Penduduk, dan Wilayah Kecamatan

Secara geografis, Kabupaten Pakpak Bharat terletak pada garis 2°17’00’’–3°32’00” Lintang Utara dan 96°00’00”–98°31’00” Bujur Timur.

Wilayah ini berbatasan dengan Kabupaten Dairi di sebelah utara, Kabupaten Samosir di timur, Kabupaten Humbang Hasundutan serta Tapanuli Tengah di selatan, dan Kabupaten Aceh Singkil di barat.

Kabupaten Pakpak Bharat beriklim tropis dengan curah hujan rata-rata mencapai 374 mm per bulannya.

Tingginya curah hujan ini terjadi karena letak kabupaten yang berada di daerah perbukitan dekat garis khatulistiwa.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2026, kabupaten ini dihuni oleh sekitar 58.261 jiwa penduduk.

BPS juga mencatat pada tahun 2025, pemeluk agama di Pakpak Bharat didominasi Kristen Protestan sebanyak 32.630 jiwa, disusul Islam 23.102 jiwa, dan Katolik 2.224 jiwa.

Mayoritas masyarakat di wilayah ini berasal dari etnis suku Pakpak.

Keberadaan etnis mayoritas ini juga menjadi salah satu alasan utama Kabupaten Pakpak Bharat memekarkan diri dari Kabupaten Dairi.

Secara administratif, Kabupaten Pakpak Bharat terbagi menjadi delapan kecamatan, yakni Kerajaan, Pagindar, Salak, Sitellu Tali Urang Jehe, Sitellu Tali Urang Julu, Pergetteng-getteng Sengkut, Tinada, dan Siempat Rube.

 

Penghasil Gambir Terbesar dan Potensi Wisata Kuliner Pelleng

Perekonomian utama di Pakpak Bharat ditopang oleh sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan.

Tanaman gambir menjadi komoditas unggulan utama dari sektor perkebunan di wilayah ini.

Berdasarkan data BPS Sumatera Utara tahun 2021, Kabupaten Pakpak Bharat menjadi penghasil gambir terbanyak dengan produksi mencapai 1.206 ton.

Selain tanaman gambir, kabupaten ini juga menjadi salah satu penghasil padi dengan rekap produksi tahun 2025 sebanyak 9.690 ton.

Kabupaten Pakpak Bharat juga menawarkan pesona wisata alam dan situs budaya eksotis bagi para pengunjung.

Wisatawan dapat menikmati keindahan Air Terjun Lae Un dan Air Terjun Lae Mbilulu, atau melihat langsung jejak prasejarah melalui Patung Mejan.

Pakpak Bharat turut memiliki makanan khas penuh rempah yang diberi nama Pelleng.

Kuliner yang disajikan menyerupai nasi kuning lunak dengan siraman gulai ayam ini biasanya dihidangkan sebagai simbol doa dan ucapan syukur dalam momen penting.

Jika sedang berada di Sumatera Utara, singgah ke Kabupaten Pakpak Bharat wajib masuk ke dalam agenda perjalanan Anda.

 

(cr19/mag/yosia sianturi/)

 

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *