Pemkab Jayawijaya Memulangkan Anak Jalanan Peserta Program Pembinaan Karakter
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya telah memulangkan seluruh anak jalanan peserta program pembinaan karakter dari Semarang dan Yogyakarta kembali ke daerah asal. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk penyelesaian tahapan program yang sebelumnya viral di media sosial dengan narasi menyangka anak-anak tersebut ditelantarkan di luar Papua.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jayawijaya, Simon Kalolik, menjelaskan bahwa seluruh peserta program telah tiba di Jayawijaya pada Kamis lalu. Menurut Simon, kepulangan anak-anak tersebut sudah sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan oleh Pemkab Jayawijaya.
“Jadi program luar daerah ini bukan bertujuan untuk menyekolahkan anak-anak tersebut pada jalur formal,” tegas Simon di Wamena, Jayawijaya, Papua Pegunungan, Senin (27/7/2206).
Fokus pada Pembinaan Mental dan Karakter
Simon menegaskan bahwa program ini fokus pada pembinaan mental dan pembentukan karakter generasi muda. “Kami membawa mereka ke Semarang dan Yogyakarta bukan untuk disekolahkan, tetapi untuk membentuk karakter mereka agar menjadi pribadi yang tangguh, bertanggung jawab, mandiri, dan memiliki masa depan yang lebih baik,” terangnya.
Program rehabilitasi sosial ini menyasar anak-anak jalanan yang membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah. Sebagian peserta masih memiliki orangtua, namun mereka kurang mendapatkan pengawasan sehingga rentan terpengaruh perilaku negatif di jalanan.
Minimnya Pengawasan dan Potensi Buruk
Simon menerangkan bahwa minimnya pengawasan membuat anak-anak tersebut sering membolos sekolah. Dinamika kehidupan jalanan yang keras juga berpotensi merusak masa depan mereka jika terus dibiarkan tanpa intervensi.
“Kalau mereka dibiarkan, maka masa depan mereka bisa hancur. Karena itu pemerintah daerah mengambil langkah untuk menyelamatkan mereka melalui pembinaan karakter,” ungkap Simon.
Para peserta menjalani proses pembinaan perilaku dan keterampilan di pulau Jawa selama kurang lebih satu tahun. Setelah menunjukkan perubahan karakter yang positif, mereka dipulangkan ke Kabupaten Jayawijaya untuk melanjutkan pendidikan formal.
Skema Penanganan Pasca-Program
Dinas Sosial menerapkan dua skema penanganan pascaprogram pembinaan bagi anak-anak tersebut. Peserta yang masih memiliki orangtua langsung dikembalikan ke pihak keluarga, sedangkan anak yatim piatu akan mendapatkan pendampingan lanjutan dari pemerintah.
Simon mengimbau masyarakat Jayawijaya agar tidak salah memahami tujuan program pembinaan lintas pulau ini. Pemkab Jayawijaya berharap masyarakat dapat menyaring informasi di media sosial dan mendukung upaya penyelamatan generasi muda.
“Kami berharap seluruh masyarakat memahami bahwa program ini bertujuan membentuk karakter anak-anak jalanan agar mereka memiliki masa depan yang lebih baik,” tutup Simon.
Tinggalkan Balasan