Puncak Harlah Gusdur KE-86 Di Purwakarta, Dari Cek Kesehatan Hingga Doa Lintas Iman

Daerah16 Dilihat
Foto : Puncak Harlah Gusdur ke 86 di Purwakarta 

Forumnusantaranews.com- Puncak peringatan Harlah Gus Dur ke-86 digelar di Gallery Silaturahmi Nusantara, Rest Area KM 72A, Purwakarta, Sabtu (5/9/2026). Kegiatan berlangsung sederhana, santai, dan penuh suasana kebersamaan.

Peringatan tersebut diisi berbagai kegiatan, mulai dari Cek Kesehatan Gratis (CKG), servis sepeda motor gratis, doa lintas iman, hingga refleksi JAGAT 2026 dengan tema “Agama untuk Alam Semesta”.

Dalam kegiatan CKG yang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan melalui Puskesmas Bungursari, sebanyak sembilan petugas kesehatan memberikan pelayanan kepada peserta dan karyawan. Lebih dari 100 orang mengikuti pemeriksaan kesehatan yang berlangsung dalam dua gelombang.

Selain kesehatan, kepedulian juga diwujudkan melalui servis motor gratis. Lebih dari 25 sepeda motor milik karyawan dan peserta mendapatkan pelayanan.

Bagi para pekerja, kendaraan menjadi bagian penting dalam menunjang aktivitas sehari-hari. Karena itu, kegiatan sederhana tersebut menjadi bentuk kepedulian yang langsung dirasakan masyarakat.

Memasuki acara utama, suasana semakin hangat dengan hadirnya berbagai elemen masyarakat dan tokoh lintas iman. Di antaranya unsur Kecamatan Babakancikao, Danramil Babakancikao, HIPMI, PMII, serta tokoh agama Buddha, Islam, Kristen, Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI), dan Katolik.

Mereka duduk bersama dalam suasana penuh keakraban dan kemudian mengikuti doa lintas iman untuk mengenang Gus Dur, tokoh bangsa yang dikenal karena perjuangannya dalam kemanusiaan, demokrasi, toleransi, dan persaudaraan.

Koordinator Gusdurian, Gus Dion Murdiono, mengajak masyarakat untuk tidak hanya mengenang Gus Dur melalui seremoni, tetapi juga meneruskan nilai-nilai perjuangannya dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, semangat Gus Dur dapat diwujudkan dengan membela kemanusiaan, menghargai perbedaan, menjaga persaudaraan, serta peduli kepada mereka yang membutuhkan.

Sementara itu, Joes, Wakil Sekretaris FKUB, dalam refleksi JAGAT 2026 menyampaikan pesan “Agama untuk Alam Semesta”, dengan penekanan bahwa “merusak alam sama dengan merusak kemanusiaan.”

Menurut Joes, alam merupakan rumah bersama yang harus dijaga. Ketika lingkungan rusak, manusia juga yang akan merasakan dampaknya.

Pesan tersebut kemudian diwujudkan melalui gerakan “Ngosrek Tiap Hari” bersama Tim Sapu Jagat. Gerakan ini mengajak masyarakat memulai kepedulian terhadap lingkungan dari hal-hal sederhana, seperti membersihkan sampah, menjaga lingkungan, dan merawat ruang hidup bersama.

“Kalau ingin lingkungan bersih, jangan menunggu orang lain. Mulai dari tangan kita sendiri,” menjadi pesan yang mengemuka dalam kegiatan tersebut.

Kehadiran unsur pemerintah melalui Camat Babakancikao juga menjadi bagian dari semangat membangun kolaborasi masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang sehat, harmonis, dan guyub.

Puncak Harlah Gus Dur ke-86 di Rest Area KM 72A akhirnya tidak hanya menjadi acara untuk mengenang seorang tokoh bangsa. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk kembali menghidupkan nilai kemanusiaan, toleransi, persaudaraan, dan kepedulian terhadap alam.

Dari Purwakarta, pesan itu kembali digaungkan, merawat alam berarti merawat kehidupan, menghargai perbedaan berarti merawat persaudaraan, dan peduli kepada sesama berarti meneruskan spirit perjuangan Gus Dur.

Merawat Alam, Merawat Persaudaraan, Merawat Kemanusiaan. Selamat Harlah Gus Dur ke-86. Gus Dur telah pergi, tetapi nilai-nilai kemanusiaannya harus terus hidup.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *