Rasa Takut Marquez di Silverstone, Nasib Gagal Bos Ducati di MotoGP 2026 Tak Terbantahkan

Olahraga105 Dilihat

Hasil yang Mengejutkan di MotoGP Inggris 2026

Hasil yang diraih oleh Marc Marquez dalam balapan MotoGP Inggris 2026 akhir pekan lalu menjadi sebuah peringatan bagi tim pabrikan Ducati. Kekalahan tersebut menunjukkan bahwa keunggulan yang sebelumnya mereka miliki mulai terkikis.

Balapan di Sirkuit Silverstone, yang menjadi pembuka persaingan pada paruh kedua musim ini, memberikan tantangan berat bagi tim Borgo Panigale. Pasukan Ducati, yang mengandalkan dua pembalap andalan mereka, Marc Marquez dan Francesco Bagnaia, kesulitan untuk tampil kompetitif selama 20 putaran balapan utama.

Marquez memulai balapan dari posisi keenam, sementara Bagnaia harus memulai dari posisi ke-16. Hal ini menunjukkan bahwa keduanya tidak dalam kondisi optimal sejak awal balapan.

Pada saat balapan berlangsung, Bagnaia harus mengakhiri aksinya lebih dulu setelah mengalami crash pada putaran ketujuh. Sementara itu, Marquez berhasil menyelesaikan balapan meskipun finis di posisi ke-7. Meskipun sempat berada di zona podium, kecepatannya perlahan melorot dan tidak mampu mengimbangi motor-motor Aprilia yang mendominasi podium.

Raul Fernandez, pembalap andalan tim satelit Aprilia Trackhouse MotoGP Team, menjadi pemenang dalam balapan ini. Ia berhasil mengungguli dua pembalap pabrikan Noale, Jorge Martin dan Marco Bezzecchi, yang masing-masing finis di posisi ke-2 dan 3.

Kegagalan Ducati dalam meraih podium pada seri ke-12 MotoGP 2026 ini menarik perhatian Luigi Dall’Igna, general manager Ducati Corse. Pria yang akrab disapa Gigi ini mengakui bahwa timnya mengalami akhir pekan yang tidak memuaskan. Ia juga menyebut bahwa keberhasilan Raul Fernandez dalam merebut podium membuat persaingan gelar juara dunia semakin tidak pasti.

Menurut Gigi, Silverstone kembali menunjukkan ketidakpastiannya dengan pemenang yang berbeda dalam 12 balapan yang telah berlangsung. Ia menjelaskan bahwa sirkuit ini memang sangat sulit dan menantang bagi Ducati.

“Kami mengalami akhir pekan yang biasa-biasa saja, yang harus segera kami lupakan, sambil tetap menarik kesimpulan yang diperlukan,” ujarnya.

Gigi juga menyatakan bahwa Ducati tidak pernah benar-benar bersaing dengan Aprilia. Ia mengakui bahwa dari kualifikasi hingga balapan GP, timnya tidak pernah menemukan kecepatan yang kompetitif karena beberapa alasan. Ia juga menyebut bahwa para pembalap Aprilia memiliki motor yang lebih tepat.

Dalam kesempatan yang sama, Gigi menyebut bahwa Marquez sudah memberikan peringatan bahwa balapan ini akan sulit. Hasil di MotoGP Inggris 2026 menjadi tamparan setelah Marquez tampil gemilang saat menutup paruh pertama dengan memenangi GP Jerman di Sachsenring.

“Marquez tidak pernah mampu mengimbangi para pembalap terdepan, meskipun sesi kualifikasinya kurang beruntung, yang diwarnai bendera kuning pada percobaan terakhirnya,” ucap Gigi.

Ia menjelaskan bahwa hasil kami benar-benar berbeda dari yang kami raih baru-baru ini di Jerman. Bahkan, itu kebalikannya. “Marquez sendiri telah memperingatkan bahwa ini akan menjadi balapan yang sulit, dan memang seperti itulah adanya.”

Marquez memulai dengan kuat dan mempertahankan posisi podium selama mungkin, sebelum secara bertahap kehilangan posisi. Meskipun dia terus berjuang dengan gigih sampai akhir, ia harus puas dengan hasil yang kurang memuaskan, menghindari risiko yang tidak perlu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *