Sumenep FN: Pemerintah Dinas Pendidikan Sumenep dalam rangka pelaksanaan program pensejahteraan pendidikan dan normalisasi Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) memunculkan program rehabilitasi gedung sekolah, agar anak didik betah mengikuti materi pelajaran.
Curah program wujud injeksasi bantuan kepada setiap lembaga relevan mendapat kucuran dana . Kongkritnya, lembaga hampir rusak dan tidak layak huni, harus dan bahkan wajib mendapatkan taburan dana tersebut, agar supaya pensejahteraan lembaga sains tetap berjalan lancar dan baik, sekali pun di musim musibah Covid era reformasi kali ini.
Bagi daerah tidak look down atau tidak terlihat mengenaskan akibat Covid di garis zona hitam, tetap diperbolehkan menerapkan KBM dengan catatan, secara bergantian.
Mengingat program Dinas Pendidikan, terkait rehab gedung sekolah, SDN LAOK Jang Jang I, Kec. Arjasa, Kab. Sumenep, mendapatkan kucuran dana tersebut senilai , Rp. 392.000.000,- untuk rehabilitasi empat ruang.
Persepsi Kepala Sekolah (Kasek) SDN tersebut, nila mata uang dikirim melalui rekening bank, dibagi atas tiga tahapan . Dirasa olehnya , dana sebesar tersebut cukup dan sangat dimungkinkan tidak ada kendala. Semua dari hal tersebut barokah oleh do’a stake holder sekolah dan masyarakat yang terus berkelanjutan hingga rehab selesai.
Kasek punya asumsi baik, bahwa rehab lembaganya akan didesain selaras RAB. dikirim oleh ketentuan Dinas pendidikan Sumenep , mapan serta bagus.
Pun juga tidak hanya diri Kasek karena termasuk buah kerjasama dengan stake holder sekolah dan tentu akan rampung selesai selama 90 hari mengingat kebijakan telah ditetapkan oleh Disdik.
” Kami berkomitmen bahwa rehab tepat waktu, sesuai batas waktu yang Dinas pendidikan berikan pada kami. Dan bahkan seluruh dana, kami gunakan tepat sasaran, sehingga tidak terjadi problema yang sangat signifikan.” Tutur Abu Fahri, S Pd. M.Si., ketika dikonfirmasi di Dinas Pendidikan Sumenep (6/10) saat melakukan kunjungan ke sana.
Jujur-, Fahri, sapaan akrab Kasek,-berkomitmen bahwa rehab tersebut sebagai tanda kenangan Disdik , karena saking lama SDN LAOK Jang Jang I tidak mendapatkan rehab, pun bahkan dirinya di tahun mendatang berharap dapat kucuran dana rehabilitasi lembaga dari Kementerian Pendidikan, sebab saking banyaknya gedung lembaganya yang rusak.
Info Fahri tentang SDN LAOK Jang Jang I, relevan mendapat kucuran dana dari kementerian pendidikan, menilik dari jumlah murid yang ada, yaitu sekitar 171 siswa dan masih banyak ruang lembaganya rusak.
Kasek bertujuan bahwa dengan rehab tersebut, KBM berjalan lancar, anak didik betah di ruang kelas dan merasa memiliki, sebab punya gedung sekolah baru yang asri dan nyaman.
“Hal tersebut, berangkat dari persepsi stake holder sekolah dan wali murid. Ulas Fahri di akhir perbincangan. (Sim)
Tinggalkan Balasan