RUTAN SUMENEP SHARING DINAS PENDIDIKAN DALAM KEJAR PAKET A, B, DAN C BAGI NAPI

Silahkan bisa Share di :

SUNENEP FN: Rumah Tahanan (RUTAN) Sumenep tertanggal  7 Oktober 2020, di Aula Rutan dalam acara peresmian pendidikan kesetaraan bagi para Napi, sedang   merealisasikan sharing kejar paket A, B dan C, dengan Dinas Pendidikan untuk menumbuh kembangkan nalar dan daya fikir tentang sains bagi para tahanan yang masih menetap di Rutan. Setidaknya mereka para tahanan bisa mengenyam pendidikan dari ketertinggalan selama hidup di daerahnya.

Pengentasan buta huruf sebagai program pemerintah untuk menumbuh kembangkan para masyarakat yang belum sama sekali mengenyam pendidikan dan atau masih ketertinggalan sebab kendala, maka oleh sebab hal tersebut diadakan pendidikan penyetaraan bagi mereka sedang  bersangkutan.

Sehingga di hal tersebut merupakan titik tepat bagi suluruh tahanan atau Napi mengejar dan meresapi pendidikan di Rutan sebagai langkah guna kelak bila pulang ke kampung masing masing.

” Kejar paket A,B dan C, upaya untuk pendidikan kesetaraan bagi Napi yang ada di Rutan , dimana selama berada di desanya belum sama sekali mengenyam pendidikan dan atau hanya saja sebagai penyetaraan karena pernah mengenyam pendidikan di bangku sekolah, entah SD dan SMP . Berati tinggal kejar paket C-nya saja.

Program terlaksana atas sharing dengan Dinas Pendidikan Sumenep. Jika nanti seumpama salah satu dari tahanan ini sampai batas waktu keluar dari Rutan, namun pendidikannya belum tuntas , maka boleh diteruskan di desa masing masing.” Terang Dr. KH. Busyro Karim, M.Si., Bupati Sumenep terinci jelas.

” Siapa tahu punya cita cita jadi kepada desa atau punya cita cita jadi bupati,” tambahnya seraya canda.

Keterkaitan dari program tersebut langkah ke depan bagi seluruh Napi yang ada di Rutan Sumenep , kepala Rutan akan selalu mengajak para Napi agar giat dan tekun belajar di Rumah Tahanan , biar ketertinggalan yang sejak mula di isi hari ini dan seterusnya.

” Hidup manusia tidak harus lebih buruk dari awalnya.” Terang Vivierdi Anggoro Kepala Rutan Sumenep, punya arti philosofis bahwa manusia hidup harus lebih baik dan bisa memperbaiki hidupnya ke masa depan yang lebih bagus.

Penyampaian kepala Rutan Sumenep, analisis masa depan para Napi, berwawasan pada masa depan Napi bisa menjadi manusia karier tidak semata mata dituding orang mantan penjara. Bisa berbuat pada kerja yang lebih baik, kriatif usaha dan bisa menjadi pegawai kantor pemerintah berkat ijazah yang sudah diperoleh di program kejar paket A,B dan C.

Oleh Carto, Kepala Dinas Pendidikan Sumenep disampaikan wawasan masa depan para Napi kaitannya dengan program pendidikan sebagai penyetaraan pendidikan di masing masing  tingkatan pendidikan yang tidak pernah para Napi keluti. Olehnya diungkapkan bahwa ketertinggalan pendidikan para Napi boleh dilaksanakan di sini, di Rutan,  tempat semua tahanan tinggal.

“Dari pihak kami akan mendatangi Rumah Tahanan untuk memberi materi pelajaran kepada semua Napi .” Ulas Carto optimis.

Hampir puncak acara ditutup, Bupati Sumenep memberikan buku materi pelajaran sebagai simbol agar para Napi tekun belajar.

Usai acara , kami mendatangi Moh. Nurul Fitri, kepala SKB Sumenep, maka ketika dikonfirmasi di ruang tugasnya, dia menyatakan dengan tegas, bahwa pendidikan kesetaraan atas kerjasama dengan Dinas Pendidikan merupakan langkah awal pengembangan pendidikan para tahanan.  Dan hal tersebut hanya ada dua kabupaten sedang melaksanakan program kejar paket A,B dan C, yaitu Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Sumenep.

Sekalipun berangkat dari nol biaya , karena hal tersebut merupakan program instansinya, dirinya tetap berusaha semaksimal mungkin program  berjalan dengan semestinya.

” Semoga tidak ada kendala,” terang Nurul singkat.(Sim).

 


Silahkan bisa Share di :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *