Sambutan Hangat untuk Veda Ega dan Mario Aji di MotoGP Indonesia



Pembalap Moto2, Mario Suryo Aji, dan pembalap Moto3, Veda Ega Pratama, hadir menyapa penggemar mereka di Monumen Serangan Umum 11 Maret, Yogyakarta, pada hari Minggu (19/7/2026). Kedua pembalap ini turut serta dalam rangkaian acara Homecoming Tour yang bertujuan untuk mempererat hubungan dengan masyarakat Indonesia.

Setelah mengunjungi Jakarta sebelumnya, rangkaian acara Homecoming Tour dilanjutkan ke Yogyakarta. Kota ini menjadi kampung halaman Veda Ega Pratama yang berasal dari Gunung Kidul. Penampilan Veda dalam debutnya di kelas Moto3 telah mencuri perhatian publik setelah berhasil meraih podium di Goiania, Brasil.

Sementara itu, Mario Suryo Aji berasal dari Magetan, Jawa Timur, yang berjarak sekitar empat jam perjalanan darat dari Yogyakarta. Mario menjadi sorotan sejak aksinya merebut posisi tiga besar dalam kualifikasi Moto3 Indonesia empat tahun lalu, saat Mandalika pertama kali menjadi venue balapan. Kini, ia berlaga di kelas Moto2, yang merupakan kelas di bawah MotoGP.

Meskipun acara dijadwalkan dimulai pukul 15.00 WIB, banyak penggemar sudah hadir lebih awal dan membeli tiket masuk ke area museum untuk mendapatkan kursi terdepan. Acara yang diselenggarakan oleh Mandalika Grand Prix Association (MGPA) ini sebenarnya gratis dan terbuka untuk umum. Semakin sore, semakin banyak penonton yang hadir.

Veda dan Mario tiba di lokasi sekitar pukul 16.45 WIB. Sebelum menuju Yogyakarta, keduanya sempat singgah di Bali dan baru tiba di kota tersebut pada siang hari.

“Kami baru saja mendarat. Tadi sempat makan bakmi godoh, sate klatak belum tapi walang goreng sudah. Tadi dibawain,” ucap Veda yang dikunjungi keluarganya. Walang atau belalang goreng adalah makanan khas Gunung Kidul. Selain itu, belalang sembah alias mantis juga menjadi hewan favoritnya hingga muncul dalam grafis helmnya.

“Kami berdua baru pulang dari Jerman. Belum sempat ke rumah tapi setidaknya sudah menginjakkan kaki di negara sendiri dan mencicipi lagi masakan Indonesia. Jadi ya senang,” kata Mario Aji.

Veda dan Mario tidak berlama-lama di Yogyakarta. Setelah acara jumpa fans, mereka diundang untuk menghadiri jamuan makan malam bersama Gubernur Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X, di Keraton. Setelah itu, mereka langsung melanjutkan perjalanan ke Lombok untuk berlatih selama dua hari di Sirkuit Mandalika.

Barulah kemudian mereka pulang ke rumah masing-masing. Namun, masa liburan tidak terlalu lama. Sebelum berganti pekan, keduanya direncanakan akan kembali ke Eropa untuk melanjutkan latihan rutin.

Hanya tersisa dua minggu penuh sebelum kejuaraan dilanjutkan dengan seri balap ke-12 GP Inggris Raya pada 7-9 Agustus mendatang. Sementara itu, Veda dan Mario berharap dukungan dari masyarakat akan lebih besar ketika mereka menjadi tuan rumah dalam MotoGP Indonesia pada 9-11 Oktober 2026.

Menurut laporan dari Antaranews, MGPA menargetkan sebanyak 200 ribu penonton akan hadir saat edisi kelima MotoGP Indonesia di Mandalika nanti. Direktur Utama MGPA, Ananda Mikola, yang juga mantan pembalap, menyatakan bahwa Mario dan Veda mewakili Indonesia di ajang balap dunia. Mereka tidak hanya tampil, tetapi juga mampu bersaing dengan pembalap-pembalap Eropa.

“Jadi kita harus memberikan doa dan support agar Mario dan Veda bisa memberikan yang terbaik dan senantiasa diberikan keselamatan,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *