Serangan Houthi di Selat Bab el-Mandeb dan Dampaknya pada Pakistan
Serangan terhadap kapal kargo Tihamah berbendera Tanzania di Selat Bab el-Mandeb telah menewaskan tiga awak kapal, termasuk dua warga negara Pakistan dan satu warga Indonesia. Insiden ini memicu pertanyaan besar tentang apakah Pakistan akan terlibat dalam konflik regional yang semakin memanas.
Kapal Tihamah sedang berlayar dari Salalah, Oman, menuju Djibouti ketika diserang. Meskipun kelompok Houthi belum mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut, insiden ini terjadi di tengah peningkatan aktivitas serangan Houthi terhadap kapal di Laut Merah dan Bab el-Mandeb. Khusus bagi Pakistan, situasi ini menjadi lebih sensitif karena dua warganya menjadi korban.
Pakta Pertahanan Baru Pakistan-Saudi-Turki
Pada 7 Agustus, Pakistan menandatangani pakta pertahanan bersama dengan Arab Saudi dan Turki di Makkah. Kesepakatan ini menyatakan bahwa serangan terhadap salah satu negara anggota akan dianggap sebagai serangan terhadap semua anggota. Namun, meski kesepakatan ini memberikan dasar untuk kerja sama pertahanan, implementasinya masih bergantung pada keputusan politik masing-masing pihak.
Bagi Arab Saudi, ancaman dari Houthi semakin nyata. Kelompok ini telah meningkatkan serangan terhadap kepentingan Saudi, termasuk fasilitas perusahaan minyak Aramco di Jazan. Dengan demikian, kesepakatan baru ini akan segera diuji ketika ketegangan antara Saudi dan Houthi meningkat.
Apakah Pakistan Otomatis Terlibat?
Meski dua warga Pakistan tewas dalam serangan, hal ini tidak secara otomatis berarti Islamabad berkewajiban mengirim pasukan ke medan perang. Perbedaan penting terletak pada jenis serangan yang diterima. Jika serangan terhadap kapal berbendera negara lain, pemerintah Pakistan memiliki beberapa opsi selain intervensi militer langsung.
Islamabad dapat mengecam serangan tersebut, meminta penyelidikan, memperkuat pengamanan pelayaran, berbagi informasi intelijen, atau meningkatkan kerja sama pertahanan dengan Arab Saudi tanpa mengerahkan pasukan untuk operasi ofensif terhadap Houthi.
Keterlibatan Pakistan yang Mungkin
Jika tekanan meningkat, keterlibatan Pakistan tidak harus langsung berbentuk operasi tempur. Islamabad dapat memilih langkah bertahap, seperti:
- Meningkatkan pengamanan kapal dan warga negaranya
- Memperkuat patroli maritim
- Berbagi intelijen
- Membantu pertahanan wilayah Saudi
Pilihan paling berisiko adalah mengirim pasukan untuk operasi tempur langsung. Langkah ini dapat membuat Pakistan menjadi pihak aktif dalam konflik dan berpotensi meningkatkan ketegangan dengan Iran, yang memiliki hubungan erat dengan Houthi.
Bab el-Mandeb: Jalur Pelayaran Strategis
Lokasi serangan di Selat Bab el-Mandeb semakin memperparah situasi. Selat ini merupakan jalur pelayaran paling strategis di dunia, menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan menjadi jalur penting perdagangan antara Asia, Eropa, dan Timur Tengah.
Gangguan di Bab el-Mandeb dapat berdampak jauh melampaui Yaman. Kapal yang menghindari kawasan tersebut harus mengambil rute lebih panjang melalui Tanjung Harapan di Afrika, yang meningkatkan waktu tempuh dan biaya pengiriman.
Menurut data Kpler, rata-rata sekitar 32 kapal per hari melintas Bab el-Mandeb pada pekan terakhir, turun dari sekitar 50 kapal per hari sebelum blokade. Angka ini menunjukkan bahwa gangguan keamanan telah mulai memengaruhi lalu lintas pelayaran.
Jika Korban Pakistan Bertambah
Jika korban Pakistan bertambah, terlebih jika kapal berbendera Pakistan atau personel militer Pakistan menjadi sasaran, tekanan agar pemerintah mengambil tindakan lebih keras kemungkinan meningkat. Situasi ini akan semakin rumit jika Arab Saudi juga menjadi sasaran langsung.
Dalam kondisi tersebut, Pakistan harus menentukan apakah pakta pertahanan baru dengan Saudi dan Turki akan diterjemahkan menjadi bantuan pertahanan konkret atau tetap dibatasi pada dukungan diplomatik dan keamanan.
Pakistan di Persimpangan
Untuk saat ini, Islamabad masih memiliki ruang untuk merespons secara diplomatik dan defensif tanpa menjadi pihak yang terlibat langsung dalam pertempuran. Namun, situasinya dapat berubah cepat jika serangan Houthi terhadap Saudi semakin intensif, warga atau aset Pakistan kembali menjadi sasaran, atau pakta pertahanan Pakistan-Saudi-Turki mulai secara resmi diaktifkan.
Dengan konflik Iran-AS-Israel yang telah merembet ke Laut Merah, Bab el-Mandeb kini menjadi salah satu titik yang berpotensi menarik lebih banyak negara ke dalam pusaran konflik.
Pertanyaan apakah Pakistan akan masuk perang karena Houthi kini bukan lagi sekadar persoalan geopolitik. Jika korban Pakistan terus bertambah atau kepentingan Saudi diserang secara langsung, Islamabad dapat dipaksa mengambil keputusan yang jauh lebih sulit.














