Bungo, Forumnusantaranews.com-
Bupati Merangin M Syukur dibuat tak habis pikir saat inspeksi mendadak
(sidak) ke Kantor Camat Tabir Lintas, Senin (19/10/2026) pukul 14.00 WIB.
Sidak spontan dilakukan seusai menghadiri perayaan HUT ke-61 Kabupaten
Bungo. Bukannya menemukan pelayanan optimal, Bupati justru mendapati kantor
pelayanan publik itu kosong melompong. Bupati bahkan harus menunggu 30
menit hingga Camat Tabir Lintas datang setelah ditelepon.
Menurut Bupati, kondisi tersebut menunjukkan terbengkalainya pelayanan
administrasi bagi masyarakat. Pejabat struktural hingga pegawai paruh waktu
tidak berada di tempat pada jam kerja.
“Coba bayangkan kalau masyarakat mau mengurus administrasi dan dihadapkan
kondisi kantor seperti ini. Camatnya tidak ada, Sekcam-nya pulang,
Kasubag-nya pulang, Kasi-nya juga pulang. Hari ini saya datang jam dua
siang, semua sudah tidak ada,” ujar M Syukur kecewa.
Sorotan tajam juga tertuju pada kedisiplinan pegawai paruh waktu. Dari 13
pegawai paruh waktu yang tercatat, hanya 3 orang yang hadir.
“Pegawai paruh waktu kita ada 13 orang, tapi yang hadir cuma 3 orang. Ini
sangat tidak efektif. Pegawai kita banyak, tapi tidak mau masuk kerja,”
tegasnya.
Bupati menilai sikap tersebut ironis, karena pegawai kerap menuntut hak
namun abai kewajiban.
“Nanti kalau giliran gajinya terlambat, marah. Semua menuntut, sampai demo.
Tapi pas kerja tidak mau datang. Jadi seolah-olah hanya ingin namanya
tercatat sebagai pegawai paruh waktu, tapi tidak mau masuk,” tambahnya.
Bupati M Syukur memastikan akan mengevaluasi mendalam kedisiplinan ASN dan
pegawai paruh waktu di seluruh kecamatan.
“Besok di awal bulan Desember, seluruh OPD kan diminta untuk memperpanjang
SK PPPK Paruh Waktu. Nanti, yang absennya tidak bagus, jarang hadir, sudah
jangan diperpanjang lagi,” tegas Bupati.(*)




















