Tiga Menteri dan Koster Tanam Mangrove, Serapan Karbon 5 Kali Lipat



bali.

DENPASAR – Peringatan Hari Mangrove Sedunia 2026 digelar di Ekowisata Batu Lumbang, Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai, Bali, pada hari Minggu (26/7). Acara ini menampilkan aksi nyata berupa penanaman 15.000 bibit mangrove yang melibatkan berbagai pihak, termasuk kementerian, pemerintah daerah, akademisi, komunitas lingkungan, hingga pelajar.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki, Gubernur Bali Wayan Koster, serta Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Arya Wibawa.

Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat menekankan pentingnya menjaga keberadaan mangrove untuk kelangsungan hidup manusia dan kebudayaannya. Menurutnya, daya serap karbon dari tanaman ini sangat tinggi.

“Mangrove mampu menyerap karbon empat hingga lima kali lebih besar dibanding pohon biasa. Menanam satu hektare mangrove manfaatnya setara dengan empat hektare tanaman darat,” ujar Menteri LH Jumhur Hidayat.

Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyoroti nilai strategis mangrove sebagai benteng pesisir sekaligus penopang ekonomi nelayan. Ia juga menyampaikan bahwa Indonesia menguasai 23 persen mangrove dunia, tetapi menghadapi ancaman kerusakan sekitar 52 ribu hektare per tahun.

“KKP berkomitmen penuh memulihkan ekosistem ini. Pesisir yang sehat akan melahirkan masyarakat yang sejahtera,” kata Menteri KP Sakti Wahyu Trenggono.

Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki memberikan apresiasi terhadap kolaborasi lintas sektor dalam menjaga 3,45 juta hektare hutan mangrove di Indonesia sebagai benteng alami dari abrasi dan penyaring polutan.

“Mangrove merupakan benteng alami dari abrasi, penyaring polutan, penghasil oksigen, sekaligus sumber pendapatan masyarakat pesisir. Indonesia memiliki peran strategis dalam menjaga ekosistem ini dan komitmen bersama menjadi kunci keberhasilannya,” ujar Wamenhut Rohmat Marzuki.

Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa gerakan penanaman mangrove sejalan dengan visi pembangunan Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Terutama dalam memperluas kawasan dan tutupan hutan demi menjaga keseimbangan alam Bali.

“Saat ini Bali memiliki lebih dari 3.000 hektare mangrove yang tersebar di Badung, Denpasar, Jembrana, Klungkung, dan Buleleng. Reboisasi ini adalah bagian utama dari komitmen kami menjaga ekosistem pulau ini,” ujar Gubernur Koster.

Selain sebagai aksi seremonial, Koster menginstruksikan pelestarian ini menjadi gerakan rutin setiap bulan dengan melibatkan para pelajar, pelaku usaha, hingga masyarakat luas.

“Gerakan ini harus progresif dan berkelanjutan. Setiap bulan kami akan turun menanam mangrove bersama anak-anak sekolah dan para stakeholder. Ini langkah krusial untuk memastikan kelestarian alam Bali tetap terjaga,” tutur Koster.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *