Pengiriman Perdana Fasilitas Perakitan Baterai EV, Tanda Awal Kembangkan Ekosistem Baterai Terintegrasi
PT Industri Baterai Indonesia (PT IBI), yang merupakan anak perusahaan MIND ID, mengumumkan telah melakukan Ceremony First Incoming Equipment to Cell atau pengiriman perdana fasilitas perakitan baterai kendaraan listrik (EV) pada Kamis (15/1/2026). Acara ini menjadi langkah penting dalam membangun ekosistem baterai terintegrasi di Indonesia.
Kolaborasi dengan Konsorsium CBL
Untuk mewujudkan visi tersebut, PT IBI bekerja sama dengan konsorsium Contemporary Amperex Technology Co., Limited (CATL), Brunp, dan Lygend (CBL) membentuk perusahaan patungan bernama PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB). Perusahaan ini akan menjadi ujung tombak dalam pengembangan ekosistem baterai terintegrasi di Indonesia.
Proyek CATIB saat ini sedang membangun fasilitas produksi battery cells, module, dan pack. Dalam fase pertama, kapasitas produksi akan mencapai 6,9 GWh, dan akan diperluas hingga mencapai total 15 GWh pada fase kedua. Proyek ini akan beroperasi di kawasan Artha Industrial Hills (AIH), Kabupaten Karawang, dengan luas total 43 hektar.
Peran Danantara dalam Penguasaan Teknologi
Sebagai bagian dari Danantara, Managing Director Technology Advancement Danantara Indonesia, Dwi Susanto menyatakan bahwa pemerintah hadir untuk mendorong pembentukan industri strategis berbasis teknologi. Hal ini bertujuan sebagai motor penggerak bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
“Melalui inisiatif ini, Indonesia tidak hanya memperkuat kapasitas manufaktur baterai nasional, tetapi juga membangun penguasaan teknologi, peningkatan kapabilitas SDM, serta integrasi sistem industri hulu dan hilir kendaraan listrik,” jelasnya.
Penandatanganan MoU untuk Kerja Sama Strategis
Dalam acara tersebut, dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara MIND ID, PT IBI, dan CATL. MoU ini bertujuan untuk memperkuat posisi Indonesia dalam industri baterai dan energi terbarukan, khususnya dalam mempersiapkan peluncuran komersial seluruh rantai nilai baterai hulu hingga hilir yang terintegrasi di Indonesia pada tahun 2028.
Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin, menegaskan bahwa kolaborasi strategis ini menjadi jembatan bagi MIND ID dalam menjalankan fungsinya sebagai penggerak hilirisasi. Grup ini terus mengoptimalkan kekayaan sumber daya alam mineral dan batu bara untuk menjadi motor bagi pembangunan peradaban masa depan.
Komitmen PT IBI dalam Pengembangan Industri Baterai
Direktur Utama PT IBI, Aditya Farhan Arif, menegaskan komitmen PT IBI dalam mengawal pengembangan industri baterai nasional agar tumbuh secara terintegrasi dan berdaya saing global. Ia juga menekankan pentingnya kontribusi terhadap pengembangan kepakaran nasional di bidang material maju untuk energi.
“Kami berkomitmen memastikan pengembangan ekosistem baterai nasional berjalan secara konsisten dari tahap perencanaan hingga implementasi. Kemajuan signifikan atas proyek CATIB saat ini mencerminkan kesiapan infrastruktur, teknologi, serta kolaborasi strategis yang dibangun untuk mendukung terbentuknya industri baterai yang kompetitif dan berkelanjutan,” ujarnya.
Fasilitas Produksi di Karawang
Proyek ini terdiri atas dua fasilitas utama. Pertama adalah Module & Pack (MP) Plant, yang Groundbreaking Ceremony-nya dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto pada Juni 2025. Fasilitas ini telah diselesaikan pembangunan serta instalasi Battery Manufacture Equipment pada Januari 2026. Ini adalah fasilitas inti yang terdiri dari rangkaian mesin otomatis untuk merakit baterai menjadi produk siap pakai.
Kedua adalah Cell Plant, yang saat ini masih dalam proses pembangunan. Fasilitas ini akan digunakan untuk memproduksi unit dasar sel baterai, yang kemudian akan dirakit menjadi modul dan paket baterai untuk kendaraan listrik (EV) dan aplikasi energi lainnya.
Fasilitas produksi ini ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada akhir tahun 2026. Keberadaannya diharapkan menjadi tonggak penting bagi Indonesia dalam meningkatkan nilai tambah dari kekayaan sumber daya alam mineral, serta meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri di setiap produk kendaraan listrik di Indonesia.
Tinggalkan Balasan