Disbudpar cabut gelar Raka Jatim yang diduga suruh pacar aborsi

Politik60 Dilihat

Penyelidikan Terkait Kasus Dugaan Aborsi yang Melibatkan Runner Up Raka Jawa Timur

Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), sedang mempertimbangkan tindakan tegas terhadap Trio Ferdian Rahmana, yang merupakan Runner Up Raka Jatim. Ia diduga meminta pacarnya untuk melakukan aborsi kandungan melalui dukun hingga ke Singapura. Tindakan ini dilakukan sebagai bentuk sanksi atas dugaan perbuatan yang dianggap tidak pantas.

Kepala Disbudpar Jawa Timur, Evy Afianasari, menyatakan bahwa sanksi terberat yang bisa diberikan adalah pencabutan gelar serta penghapusan dari Ikatan Raka Raki. Hal ini disampaikannya pada Selasa (11/8). Saat ini, pihaknya masih menunggu hasil investigasi yang dilakukan oleh Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya.

Trio Ferdian Rahmana, yang menjadi perwakilan Raka dari Surabaya, membuat kasus ini menjadi tanggung jawab pemerintah setempat. Oleh karena itu, pemeriksaan awal terhadap kasus tersebut menjadi wewenang pemerintah kota setempat.

“Jika ada kasus seperti ini, mereka akan melakukan investigasi terlebih dahulu. Setelah itu, mereka akan mengirimkan berita acara hasil investigasinya ke kami. Baru setelah itu kami akan melakukan sidang dengan dewan juri,” ujar Evy.

Meskipun demikian, Evy menyatakan bahwa Disbudpar Jatim telah berkomunikasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Namun, hingga saat ini belum ada informasi yang bisa disampaikan ke publik karena proses pemeriksaan masih berlangsung.

“Sudah. Pastinya sudah. Tetapi masih belum bisa memberikan keterangan, karena belum ada dokumen yang ditandatangani,” tambah Evy.

Kronologi Singkat

Nama Trio Ferdian Rahmana, yang merupakan Runner Up Raka & Raki Jawa Timur 2026, tiba-tiba menjadi perbincangan di media sosial. Pria berusia 24 tahun ini diduga meminta pacarnya untuk melakukan aborsi kandungan melalui dukun hingga ke Singapura.

Kasus ini muncul setelah akun Instagram @ingintauindonesia mengunggah tangkapan layar percakapan WhatsApp yang diduga antara Trio dengan pacarnya yang membahas rencana aborsi ke dukun anak.

“Runner-up Raka & Raki Jawa Timur 2026, yang juga Cak & Ning Surabaya 2023 diduga terlibat kasus kekerasan seksual terhadap pacarnya sendiri. Berita ini mencuat setelah ajang pemilihan duta wisata (Raka & Raki) yang diadakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur baru saja selesai,” tulis caption Instagram @ingintauindonesia, dikutip pada Selasa (11/8).

Dalam tangkapan layar yang beredar luas di media sosial, Trio terdengar berkata kepada pacarnya: “Mumpung (usia kehamilan) belum 12 minggu, aku gak siap sanksi sosial, aku juga kasian kamu.”

Proses Investigasi yang Sedang Berlangsung

Sejak kasus ini muncul, pihak Disbudpar Jatim dan Disbudporapar Surabaya telah melakukan langkah-langkah evaluasi dan pemeriksaan lebih lanjut. Meski belum ada keputusan resmi, penanganan kasus ini dianggap penting untuk menjaga citra dan integritas dari ajang Raka & Raki.

Proses investigasi ini juga bertujuan untuk memastikan bahwa semua pihak terkait dapat diperiksa secara adil dan transparan. Selain itu, langkah ini juga menjadi bagian dari upaya untuk menjaga norma dan etika dalam kompetisi yang diikuti oleh para peserta.

Dengan situasi ini, publik diharapkan tetap sabar menantikan hasil investigasi yang akan diumumkan secara resmi. Hingga saat ini, tidak ada informasi tambahan yang bisa diberikan oleh pihak terkait, karena masih dalam proses penyelesaian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *