BMKG: Puncak Kemarau Semarang Hingga 2026, Waspadai Karhutla

Cuaca148 Dilihat



jateng.

SEMARANG – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa puncak musim kemarau di Kota Semarang, Jawa Tengah, diperkirakan akan berlangsung hingga September 2026.

Menurut Prakiraan Cuaca dari Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Kota Semarang, Winda Ratri, kondisi cuaca rata-rata di wilayah ini didominasi oleh cerah berawan hingga berawan.

“Puncak musim kemarau sendiri masih berada di bulan Agustus dan September. Nanti pada Oktober dan November, mungkin mulai ada beberapa wilayah yang memasuki awal musim hujan,” ujar Winda kepada media, Senin (24/8).

Ia menambahkan bahwa potensi hujan untuk wilayah Kota Semarang masih sangat minim.

Angin bertiup dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan antara 10 hingga 30 km per jam. Meskipun kecepatan angin tersebut cukup tinggi, Winda mengatakan hal ini tidak mengganggu aktivitas penerbangan karena telah ada penentuan landasan pacu yang sesuai.

“Kami juga bekerja sama dengan teman-teman AirNav untuk menyesuaikan take-off atau landing dengan arah angin,” jelasnya.

Suhu udara di Kota Semarang berkisar antara 27 hingga 34 derajat Celsius, sedangkan kelembapan udara mencapai kisaran 45 hingga 75 persen.

Selain itu, gelombang di perairan utara umumnya berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter.

“Untuk potensi rob di pesisir utara terjadi pada pagi hari sekitar pukul 04.00 hingga 08.00 WIB,” katanya.

Winda mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau, terutama di wilayah Jawa Tengah.

“Mohon jangan melakukan aktivitas pembakaran. Jika memang sangat diperlukan, pastikan diawasi agar tidak merembet ke tempat yang tidak diinginkan. Mengingat kecepatan angin di siang dan sore hari cukup tinggi,” ujarnya.

Beberapa langkah pencegahan penting dilakukan masyarakat untuk menghindari risiko karhutla, seperti memastikan apinya benar-benar padam setelah digunakan, serta menjauhkan sumber api dari area yang rentan terbakar.

Berikut adalah beberapa rekomendasi dari BMKG untuk masyarakat:

  • Meningkatkan kesadaran akan bahaya kebakaran hutan dan lahan
  • Menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, seperti membakar sampah atau tanaman
  • Memastikan sumber api seperti lilin atau kompor dalam keadaan aman saat digunakan
  • Melaporkan kejadian kebakaran segera kepada pihak berwenang

Dengan informasi ini, masyarakat diharapkan dapat lebih waspada dan siap menghadapi kondisi cuaca yang cenderung kering selama musim kemarau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *