Kebakaran Hutan Kalimantan Meningkat, BMKG Jelaskan Penyebab Asap Menyebar ke Negara Tetangga

Cuaca102 Dilihat

Fenomena Asap Karhutla yang Menyebar ke Wilayah Tetangga

Asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan telah menyebar ke wilayah negara tetangga akibat pergerakan angin musiman regional. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa fenomena sebaran asap lintas batas ini murni disebabkan oleh dinamika atmosfer rutin yang sedang berlangsung.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menjelaskan bahwa fenomena penyeberangan asap antarnegara ini dipengaruhi oleh faktor alamiah pergerakan udara regional. Ia menyatakan bahwa asap karhutla yang mencapai negara tetangga terjadi karena terbawa oleh angin musiman yang rutin terjadi.

“Karena terbawa angin. Angin musiman yang rutin terjadi,” ujar Ardhasena pada Senin (24/8).

Ardhasena menambahkan bahwa seluruh skema penanganan teknis serta mitigasi dampak sebaran asap karhutla saat ini berada di bawah koordinasi penuh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menghadapi masalah lingkungan yang melibatkan beberapa negara.

BNPB Minta Negara Tetangga Fokus pada Solusi Kolaboratif

Merespons potensi sebaran asap lintas batas (transboundary haze), BNPB mengimbau negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura untuk memprioritaskan penanganan bersama ketimbang memperdebatkan asal-usul asap secara spekulatif.

Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BNPB, Berton Pandjaitan, menegaskan bahwa bencana karhutla tidak mengenal batas administratif maupun teritorial negara. Ia menekankan bahwa pendekatan yang dilakukan bukanlah saling menyalahkan, tetapi bagaimana masing-masing negara melakukan upaya maksimal di wilayahnya dan bersama-sama mengurangi dampak asap lintas batas.

“Jadi pendekatan kita bukan saling menyalahkan, tetapi bagaimana masing-masing negara melakukan upaya maksimal di wilayahnya dan bersama-sama mengurangi dampak asap lintas batas,” tegas Berton, Minggu (23/8).

Berton juga menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia sangat memahami kekhawatiran negara tetangga dan telah mengarahkan alokasi sumber daya berskala besar di titik-titik krusial. “Yang perlu kami sampaikan, Indonesia saat ini mengerahkan sumber daya yang sangat besar untuk mengendalikan karhutla,” lanjutnya.

Pemerintah Kerahkan 52 Armada Pesawat dan Operasi Udara

Sebagai bentuk komitmen penanggulangan, penanganan karhutla dilakukan melalui integrasi tim darat dan udara. Strategi ini mencakup pemadaman darat, patroli udara, water bombing, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), penegakan hukum bagi pelaku pembakaran, hingga penguatan personel TNI-Polri bersama pemda dan warga lokal.

BNPB mendistribusikan armada udara secara khusus untuk menekan emisi asap di wilayah prioritas. Dari total 52 pesawat yang dikerahkan di enam provinsi, sebanyak 30 pesawat berfokus memadamkan titik api di Kalimantan, sementara 22 pesawat lainnya disiagakan di Sumatra. Dukungan armada tambahan juga diperkuat oleh personel TNI AU.

“Fokus kita saat ini adalah mengendalikan api sedekat mungkin dari sumbernya dan secepat mungkin, karena apabila sumber kebakaran dapat dikendalikan, maka produksi asap dan potensi dampak lintas batas juga dapat kita tekan,” imbuh Berton.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *