Bangko, Forumnusantaranews.com-
Pemerintah Kabupaten Merangin menunjukkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman
cuaca ekstrem dengan menggelar Apel Siaga Bencana Hidrometeorologi Kering
dan Basah Tahun 2026.
Apel tersebut berlangsung di halaman Kantor Dinas Komunikasi dan
Informatika (Kominfo) Kabupaten Merangin, Jumat (2/10/2026) pagi.
Dipimpin langsung Bupati Merangin M. Syukur, didampingi Wakil Bupati A.
Khafidh, Sekretaris Daerah (Sekda) Zulhifni, para Staf Ahli Bupati,
Asisten, Kepala OPD, Kabag, Camat se-Kabupaten Merangin, serta unsur
Forkopimda, TNI, Polri dan BPBD.
Bupati M. Syukur mengatakan, apel yang diinisiasi Badan Penangulangan
Bencana Daerah (BPBD) ini adalah komitmen nyata pemerintah daerah untuk
sigap menghadapi segala kemungkinan bencana di tengah cuaca yang dinamis.
“Hari ini kita melaksanakan apel siaga untuk menghadapi potensi bencana,
baik kering maupun basah. Ini adalah langkah konkret kesiapsiagaan kita
menghadapi keragaman cuaca yang dinamis,” tegas Bupati M. Syukur.
Menurutnya, meski masuk musim kemarau, hujan lokal berdurasi singkat masih
sering terjadi di beberapa titik wilayah Merangin. Kondisi ini menuntut
kewaspadaan ganda terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla)
sekaligus potensi banjir mendadak.
“Walaupun masuk musim kering, ada hujan yang mulai muncul di titik-titik
tertentu. Pemerintah bersama BPBD, TNI, Polri, dan seluruh unsur harus siap
siaga menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi, baik kekeringan maupun
banjir,” ujarnya.
Wakil Bupati Merangin A. Khafidh menambahkan, pencegahan harus dimulai dari
masyarakat. Ia melarang keras pembukaan lahan dengan cara membakar.
“Kami mengimbau masyarakat, khususnya yang ingin bertani atau membuka
ladang, untuk tidak membakar lahan. Ini sangat penting demi mencegah
terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang dapat memperburuk kondisi
lingkungan,” imbaunya.
Curah hujan lebat yang sesekali terjadi juga berpotensi memicu longsor dan
banjir. Karena itu, sinergi pemerintah, aparat keamanan dan masyarakat
menjadi kunci meminimalisasi risiko bencana di Kabupaten Merangin.
Kegiatan diakhiri dengan pemeriksaan pasukan, pengecekan sarana prasarana
kebencanaan, dan simulasi penanganan karhutla oleh BPBD Merangin.(*)




















