ForumNusantaranews.com BANDAR LAMPUNG — Bandar Lampung masuk dalam jajaran 1.000 kota terbesar di dunia versi Global Cities Index 2026 yang dirilis Oxford Economics. Dalam pemeringkatan tersebut, Bandar Lampung berada di peringkat 395 dunia dengan skor keseluruhan 46,5.
Data tersebut tercantum dalam laman resmi Oxford Economics yang memuat pemeringkatan 1.000 kota dunia.
Posisi Bandar Lampung juga menempatkannya sebagai salah satu kota Indonesia dengan peringkat tertinggi dalam indeks tersebut. Dalam daftar yang ditampilkan Oxford Economics, Jakarta berada di peringkat 140, Surabaya 308, Medan 371, Padang 377, Denpasar 382, Makassar 389, Bandar Lampung 395, Yogyakarta 396, Bandung 409, dan Banjarmasin 460.
Oxford Economics menilai kota-kota dalam Global Cities Index melalui lima kategori utama, yakni Economics, Human Capital, Quality of Life, Environment, dan Governance. Masing-masing kategori dinilai dalam skala indeks 0–100 dan kemudian digabungkan menjadi skor keseluruhan.
Untuk Bandar Lampung, skor yang tercatat adalah 47,5 untuk Economics, 38,9 untuk Human Capital, 47,6 untuk Quality of Life, 79,0 untuk Environment, serta 59,1 untuk Governance, dengan skor keseluruhan 46,5.
Masuknya Bandar Lampung dalam daftar tersebut menunjukkan bahwa kota ini diperhitungkan dalam pemetaan perkotaan global yang dilakukan Oxford Economics.
Namun, angka tersebut sekaligus memberikan gambaran mengenai berbagai aspek yang masih menjadi ruang penguatan, khususnya sumber daya manusia dan kualitas hidup.
Oxford Economics menjelaskan bahwa indeks tersebut tidak hanya melihat ukuran ekonomi sebuah kota. Global Cities Index menggunakan sejumlah indikator sosial-ekonomi untuk memberikan gambaran yang lebih menyeluruh mengenai kekuatan, kelemahan, serta potensi kota. Indeks 2026 juga bersifat forward-looking karena menggunakan proyeksi ekonomi dan tidak semata-mata mengandalkan data historis.
Bagi Bandar Lampung, posisi 395 dunia menjadi bagian dari gambaran mengenai perkembangan kota sebagai pusat aktivitas ekonomi, perdagangan, jasa, pendidikan, serta mobilitas masyarakat di kawasan Sumatera bagian selatan.
Letak Bandar Lampung yang berada di jalur strategis antara Pulau Sumatera dan Pulau Jawa juga memberikan peran penting dalam konektivitas regional. Aktivitas pergerakan manusia dan barang menjadikan kota ini memiliki posisi strategis dalam jaringan ekonomi kawasan.
Namun, capaian dalam indeks global tersebut tidak semestinya hanya dilihat sebagai angka peringkat. Lima indikator yang digunakan Oxford Economics dapat menjadi bahan evaluasi untuk melihat sektor mana yang sudah memiliki performa relatif kuat dan sektor mana yang masih membutuhkan penguatan.
Dengan skor lingkungan 79,0, Bandar Lampung mencatat salah satu nilai yang relatif tinggi dibandingkan kategori lainnya. Sementara skor Human Capital 38,9 menjadi salah satu aspek yang dapat menjadi perhatian dalam agenda pengembangan kota ke depan.
Posisi 395 dunia akhirnya bukan sekadar angka dalam sebuah daftar. Bagi Bandar Lampung, data tersebut dapat menjadi cermin sekaligus bahan evaluasi untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia, kualitas hidup masyarakat, tata kelola, ekonomi perkotaan, dan keberlanjutan lingkungan.
Bandar Lampung sudah masuk dalam peta 1.000 kota dunia. Tantangannya adalah bagaimana pembangunan berikutnya mampu memperkuat seluruh indikator tersebut sehingga posisi dan kinerja kota dapat terus berkembang.(*)

























