Bimas Buddha Kemenag Jambi Gelar Ngopi Kerukunan Edisi XIV di Vihara Sakyakirti

Jambi, Forumnusantaranews.com-
Bimbingan Masyarakat Buddha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi kembali menggelar Ngopi Kerukunan Intern Umat Buddha Edisi XIV. Kegiatan ini berlangsung (27/7/2026) di Vihara Sakyakirti, Kota Jambi.
Dengan mengusung tema “Menepis Hoaks, Perspektif Buddha dan AI”, kegiatan ini menjadi ruang dialog untuk memperkuat kerukunan sekaligus membekali umat Buddha menghadapi tantangan era digital.
Ketua Vihara Sakyakirti, Y.M. Bhiksu Nyana Maitri Maha Stavira mengapresiasi gelaran Ngopi Kerukunan ini. Menurutnya, kegiatan ini penting untuk memperluas wawasan dan menjadi langkah penguatan kerukunan umat Buddha di Provinsi Jambi.
“Dari secangkir kopi lahir percakapan. Dan dari percakapan, lahir saling memahami dan tumbuhlah kerukunan,” dorong beliau.
Y.M. Bhiksu Nyana Maitri juga menekankan pentingnya saling mendukung sesama umat Buddha, menguatkan pelaksanaan dharma, serta menumbuhkan kebijaksanaan dan cinta kasih dalam kehidupan sehari-hari.
Di Provinsi Jambi yang kaya keberagaman agama dan budaya, beliau menilai merawat kerukunan melalui ruang komunikasi terbuka dan saling menghormati adalah keharusan.
Tema tahun ini menyoroti perkembangan teknologi yang semakin cepat. Kemudahan akses informasi justru rawan disalahgunakan untuk penyebaran hoaks dan ujaran kebencian yang dapat memecah persaudaraan.
Untuk itu, para peserta diajak mengamalkan nilai _Sammapatha_ dalam Ajaran Buddha, yaitu kesiapan mental dan integritas diri.
“Menjunjung kejujuran dan kebenaran ucapan, tidak menyebarkan kebohongan. Serta memanfaatkan perkembangan teknologi dengan penuh kesadaran secara bijaksana, untuk kebermanfaatan diri sendiri dan orang lain,” jelas narasumber.
Hadir sebagai narasumber utama, Y.M. Nyana Suryanadi Mahathera yang saat ini menjabat sebagai Maha Nayaka di Sangha Agung Indonesia dan dosen aktif di Sekolah Tinggi Ilmu Agama Buddha STIAB Smaratungga.
Beliau menekankan bahwa AI harus dimanfaatkan untuk memperluas kebijaksanaan, mempererat persaudaraan, dan menjaga kerukunan, bukan untuk menyebarkan kebencian.
Pembimas Buddha Kanwil Kemenag Jambi, Wiswadas menyampaikan bahwa Ngopi Kerukunan Intern Umat Buddha ditujukan untuk memperkuat kerukunan seluruh lapisan umat Buddha serta memberikan wawasan dan pengetahuan.
“Kemenag terus berkomitmen dalam berbagai upaya meningkatkan kerukunan umat Buddha di Provinsi Jambi. Kerukunan umat Buddha di Jambi sudah baik, namun perlu dipertahankan dan diperkuat melalui berbagai model. Salah satunya melalui Ngopi Kerukunan yang digelar secara bergilir dari satu tempat ke tempat lainnya,” ungkap Wiswadas.
Ia juga mendukung pemanfaatan Artificial Intelligence AI secara bijaksana. Menurutnya, penyebaran informasi yang tidak akurat dan tidak valid di media sosial dapat berdampak negatif dan memecah kerukunan umat beragama.
“Kita harus cerdas bermedia sosial. Cek kebenaran informasi sebelum disebarkan. Itu bagian dari praktik dharma di era digital,” tambahnya.
Kegiatan Ngopi Kerukunan ini rutin digelar Kemenag Jambi dan berpindah lokasi di berbagai vihara. Selain diskusi, kegiatan juga diisi dengan sesi tanya jawab, sharing pengalaman, dan ramah tamah antar umat.
Melalui forum ini, diharapkan umat Buddha di Jambi semakin solid, bijaksana dalam bermedia, dan terus menjadi teladan dalam menjaga kerukunan di tengah keberagaman.(*/Nic)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *