Bupati Bambang Bayu Paparan Data Rawan Karhutla Muaro Jambi di Hadapan Menteri Kehutanan

Daerah17 Dilihat

Jambi, Forumnusantaranews.com-
Bupati Muaro Jambi Dr. Bambang Bayu Suseno, SP., MM., M.Si. menghadiri rapat dalam rangka kunjungan kerja Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni, S.E., M.E. di Markas Manggala Agni Daops Sumatera IX/Kota Jambi, Jalan Lingkar Barat I No. 338, Kenali Asam Bawah, Selasa (25/8/2026).
Rapat membahas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi yang saat ini menghadapi peningkatan potensi kebakaran akibat cuaca dan kekeringan.
Dalam kesempatan itu, Bupati Bambang memaparkan kondisi wilayah Muaro Jambi yang memiliki tingkat kerawanan cukup tinggi.
Dari 11 kecamatan, terdapat 8 kecamatan yang rentan terhadap kebakaran. Total luasan wilayah rawan mencapai 42 hektare lahan mineral dan 255 hektare lahan gambut.
“Dengan bantuan dan dukungan semua pihak, kita terus melakukan percepatan ketika mendapatkan informasi mengenai kebakaran. Kecepatan dalam merespon sangat penting agar api tidak meluas,” ujar Bupati.
Pemkab Muaro Jambi mengaku terus mempercepat penanganan setiap ada laporan titik api melalui koordinasi bersama petugas, masyarakat, dan lintas sektor.
Selain penanganan di lapangan, Bupati juga menyoroti kualitas udara. Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Muaro Jambi telah mencapai angka sekitar 200.
Sebagai antisipasi dampak kabut asap, Pemkab telah mengeluarkan edaran peliburan sementara kegiatan belajar mengajar bagi anak PAUD, TK, hingga SMP dengan tetap memantau perkembangan udara.
Untuk perlindungan kesehatan, sekitar 35.000 masker telah didistribusikan ke masyarakat, sekolah, rumah sakit, dan puskesmas.
Dalam rapat tersebut, pemerintah pusat merespon cepat kondisi karhutla. Salah satunya dengan penambahan satu unit pesawat water bombing untuk membantu pemadaman dari udara.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam pencegahan, termasuk menghindari praktik land clearing dengan cara membakar.
Sinergi lintas sektor juga jadi kunci. “Seluruh pihak diminta mengedepankan kepentingan bersama dan menghilangkan ego sektoral agar penanganan kebakaran dapat dilakukan secara cepat dan efektif,” tegasnya.
Pemerintah juga akan mendistribusikan 1.000 alat pemukul api berbahan rotan atau “kepyok” kepada petugas dan relawan di lokasi medan sulit dan terjal. Distribusi ditargetkan paling lambat pekan depan.
Selain itu, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga dilakukan dengan sasaran meningkatkan tinggi muka air tanah di kawasan gambut untuk mengurangi potensi kebakaran.
Dalam rapat tersebut, Kabupaten Sarolangun, Tanjung Jabung Barat, dan Muaro Jambi menjadi tiga daerah yang mendapat perhatian khusus terkait penanganan karhutla.
Bupati Bambang menegaskan Pemkab Muaro Jambi akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat, provinsi, aparat, dunia usaha, dan masyarakat.
“Keberhasilan penanganan karhutla sangat bergantung pada komunikasi dan kerja sama lintas sektoral. Karena itu, seluruh pihak harus bergerak bersama dan mengutamakan kepentingan masyarakat,” tegasnya.(*/Tat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *