Bupati Hurmin Launching Penyaluran Bantuan Pangan 2026, 14.300 Keluarga di Sarolangun Terima Beras Gratis

Daerah7 Dilihat

Sarolangun, Forumnusantaranews.com-
Komitmen Pemkab Sarolangun menghadirkan pemerintah yang hadir dan memberi manfaat nyata terus diwujudkan.
Bupati Sarolangun H. Hurmin secara resmi melaunching penyaluran Bantuan Pangan berupa beras tahun 2026 sekaligus menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Penerima Bantuan Pangan (PBP) di Kantor Lurah Sukasari, Kecamatan Sarolangun, Rabu (19/8/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam membantu kebutuhan pangan masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga bahan pokok.
Untuk Kabupaten Sarolangun, penyaluran tahun 2026 mencakup 14.300 penerima dengan total sekitar 1.020 ton beras untuk alokasi Juli dan Agustus.
Penyaluran dilakukan bertahap dan ditargetkan rampung sesuai jadwal pemerintah.
Data penerima mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi desil satu hingga empat. Verifikasi dilakukan dengan identitas kependudukan agar bantuan tepat sasaran.
Program ini tidak hanya meringankan beban masyarakat, tetapi juga untuk menjaga stabilitas harga pangan.
Berdasarkan pemantauan, ada wilayah di Sarolangun yang mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) cukup tinggi. Karena itu, percepatan penyaluran penting untuk menambah pasokan beras dan menekan potensi kenaikan harga di pasar.
“Ini bukan sekadar seremonial. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan wujud tanggung jawab dan kewajiban pemerintah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat,” tegas Bupati Hurmin.
“Bantuan pangan pada pagi hari ini diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan pokok masyarakat. Ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat,” ujarnya.
Bupati Hurmin berpesan agar bantuan dimanfaatkan maksimal untuk keluarga dan tidak dijual kembali.
“Jangan menjual beras bantuan, karena ke depan akan ada penyeleksian dan cross check. Kita ingin bantuan ini benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkan,” katanya.
Bupati juga menyoroti pentingnya akurasi data di era keterbukaan informasi.
“Sekarang eranya sudah transparansi dan sampai ke pusat. Tolong statistik dan data harus akurat,” tegasnya.
Ia meminta kecamatan, kelurahan, desa melibatkan RT dan RW dalam verifikasi.
“Banyak sekali fenomena yang aneh, mulai dari yang kaya mengaku miskin. Karena itu, libatkan RT, lurah dan kepala desa. Harus lebih selektif dalam memberikan surat keterangan tidak mampu karena banyak disalahgunakan,” ujarnya.
Bupati menegaskan, perlindungan sosial dan pemenuhan kebutuhan dasar adalah bagian dari komitmen Sarolangun MAJU.
“Pemerintah harus hadir di tengah masyarakat. Bantuan ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya dengan optimisme untuk menjalani kehidupan,” ujarnya.
Ia berharap penyaluran berjalan tertib, tepat sasaran dan tepat waktu sehingga dapat membantu ketahanan pangan keluarga dan menjaga stabilitas harga beras di pasar.
Turut hadir Kabag SDM Polres Sarolangun Kompol Pujiharso, S.H., Ketua Bulog Cabang Merangin Junaidi Damanik, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Efpriyanto, Staf Ahli Bupati Henriman, Peltu M. Situmorang – Kodim 0420/Sarko, Perwakilan Badan Pusat Stastistik Sarolangun, jajaran Kepala OPD, Camat Sarolangun Ilham Syaihu, para lurah, Ketua RT/RW, insan pers dan para penerima bantuan serta tamu undangan lainnya.(*/Nic)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *