Bupati M. Syukur Tutup MTQH ke-52 Jadikan Al-Qur’an Karakter, Bukan Sekedar Lomba

Bangko, Forumnusantaranews.com-
Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadits MTQH ke-52 Tingkat Kabupaten Merangin resmi ditutup oleh Bupati Merangin M. Syukur. Acara penutupan berlangsung khidmat di Lapangan Utama Desa Bukit Batu, Kecamatan Sungai Manau, Rabu malam (22/7/2026).
Ribuan warga dan kafilah memadati lokasi. Turut hadir Wakil Bupati A. Khafidh, jajaran Forkopimda, Sekda Zulhifni, penceramah K.H. Daud Hendri Ismail, pengurus LPTQ, tokoh agama, camat, kades, serta kafilah dari 24 kecamatan se-Kabupaten Merangin.
Suasana syahdu terasa sejak awal sambutan. Dengan pantun pembuka yang hangat, Bupati M. Syukur menegaskan makna penutupan MTQH tahun ini.
“Setiap perhelatan memiliki akhir. Namun tidak semua akhir adalah penutup. Ada akhir yang justru menjadi awal dari perjalanan yang lebih besar,” ujarnya.
Menurut Bupati, esensi MTQH jauh melampaui kompetisi dan perebutan piala. Tujuan utama adalah menanamkan nilai Al-Qur’an dan Hadits dalam kehidupan nyata.
“Hari ini kita menutup MTQH, tetapi sesungguhnya kita sedang membuka lembaran baru untuk semakin mencintai Al-Qur’an dan Hadits. Tujuannya bukan hanya mencari siapa terbaik membaca, menghafal, atau memahami ayat-ayat Allah. Yang lebih besar adalah menghadirkan nilai-nilai Al-Qur’an di keluarga, di sekolah, di masjid, di lingkungan masyarakat, hingga menjadi karakter dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.
Bupati mengaitkan semangat MTQH dengan visi besar pembangunan daerah. Ia menilai pembangunan fisik saja tidak cukup tanpa fondasi akhlak yang kuat.
“Kabupaten Merangin sedang menapaki perjalanan menuju Merangin Baru 2030. Kita ingin infrastruktur maju, ekonomi masyarakat meningkat, pendidikan berkembang, pelayanan kesehatan dan publik semakin baik. Namun kita juga meyakini bahwa pembangunan yang paling kokoh bukan hanya pembangunan fisik, melainkan pembangunan akhlak,” tegas M. Syukur.
Ia lalu mengajak seluruh orang tua dan masyarakat menjadikan rumah tangga lebih dekat dengan Al-Qur’an.
“Mari pulang dari MTQH ini dengan membawa satu tekad yang sama: menjadikan rumah kita lebih akrab dengan Al-Qur’an, menjadikan anak-anak kita lebih dekat dengan masjid, dan menjadikan kehidupan masyarakat Merangin semakin religius, rukun, damai, dan bermartabat,” ucapnya disambut takbir dan tepuk tangan hadirin.
Bupati menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada panitia pelaksana, dewan hakim, donatur, serta Pemerintah Kecamatan Sungai Manau dan Desa Bukit Batu. Ia menyebut suksesnya acara karena kerja gotong royong semua pihak sehingga berjalan aman, tertib, dan penuh kekeluargaan.
Kepada para juara, Bupati berpesan agar tetap rendah hati. Piala yang diraih adalah amanah untuk terus mengamalkan Al-Qur’an.
Sementara bagi kafilah yang belum meraih juara, ia memberi semangat agar tidak berkecil hati.
“Kemuliaan sejati di hadapan Allah SWT diukur dari ketulusan hati kita dalam menjaga ayat-ayat suci, bukan hanya dari piala,” pesannya.
Rangkaian penutupan diakhiri dengan lafaz Alhamdulillahillahi Rabbil ‘Alamin oleh Bupati, dilanjutkan bait pantun ukhuwah. Acara kemudian dilanjutkan tausiah agama oleh K.H. Daud Hendri Ismail yang mengajak jamaah istiqamah membaca dan mengamalkan Al-Qur’an.
Dengan ditutupnya MTQH ke-52, Pemkab Merangin berharap lahir generasi Qur’ani yang menjadi penggerak utama terwujudnya Merangin yang religius dan berdaya saing.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *