Bus PO Termasuk Rute Priangan Terancam Denda Jika Masuk Terminal Cicaheum Setelah Tanggal Ini

Pengelola Terminal Cicaheum Siap Beri Sanksi bagi PO Bus yang Membandel

Pengelola Terminal Cicaheum di Bandung sedang bersiap memberikan sanksi berupa skorsing kepada perusahaan otobus (PO bus) yang masih membandel menarik penumpang dari terminal tersebut. Hal ini dilakukan setelah layanan bus antar kota antar provinsi (AKAP) dan antar kota dalam provinsi (AKDP) dipindahkan ke Terminal Leuwipanjang, karena Cicaheum akan dijadikan sebagai depo Bus Rapid Transit (BRT).

Kepala Terminal Cicaheum, Asep Supriyadi, mengatakan bahwa pihaknya telah menindaklanjuti perintah terkait penghentian operasional terminal. Aturan ini harus diikuti oleh seluruh PO bus yang ada. Jika ada PO yang tidak patuh, maka akan dikenakan sanksi berupa skorsing.

“Kalau ada PO yang membandel, nanti akan dikenakan sanksi berupa skorsing,” ujarnya saat dihubungi.

Menurut Asep, pemerintah sudah mengirimkan surat peringatan kepada PO bus mengenai penghentian operasional Terminal Cicaheum. Namun hingga saat ini masih ada beberapa PO yang bandel menarik penumpang dari terminal tersebut. Alasan utamanya adalah kompensasi bagi para pedagang belum cair.

“Kebetulan kemarin lagi ada sosialisasi di Terminal Cicaheum mengenai kompensasi. Nah, ada beberapa pengurus dan pedagang memohon kepada pemerintah sebelum kompensasi ini dibayarkan,” kata Asep.

Sambil menunggu kompensasi bagi pedagang, mereka tetap meminta untuk bisa masuk ke terminal agar bisa menarik penumpang yang telah membeli tiket secara online. Namun Asep memastikan bahwa rencana kompensasi untuk para pedagang sudah memiliki titik terang. Kompensasi itu ditargetkan bisa cair pada 27-28 Juli 2026.

“Kompensasi juga tidak akan lama lagi, mungkin besok atau lusa. Setelah selesai, enggak boleh ada bus yang masuk terminal, karena rencananya nanti akan dibongkar untuk pembangunan BRT,” ucapnya.

Rencana Pembangunan BRT di Cicaheum

Pembangunan BRT di area Cicaheum merupakan bagian dari rencana pemerintah daerah untuk meningkatkan sistem transportasi umum di kota Bandung. Dengan adanya BRT, diharapkan dapat mengurangi kemacetan dan memberikan alternatif transportasi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Terminal Cicaheum yang sebelumnya menjadi pusat kegiatan angkutan AKAP dan AKDP kini akan diubah menjadi fasilitas pendukung untuk BRT. Proses peralihan ini membutuhkan waktu dan koordinasi yang baik antara pemerintah, pengelola terminal, dan para pemangku kepentingan lainnya.

Tantangan dalam Pemindahan Layanan Bus

Meskipun proses pemindahan layanan bus telah dimulai, masih ada tantangan yang dihadapi. Salah satunya adalah ketidakpuasan para pedagang yang sebelumnya beroperasi di Terminal Cicaheum. Mereka khawatir dengan dampak ekonomi yang muncul akibat pembongkaran terminal.

Namun, pihak pengelola dan pemerintah berkomitmen untuk memberikan kompensasi yang layak kepada para pedagang. Proses pencairan kompensasi ini diharapkan dapat segera terealisasi sehingga semua pihak dapat menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi.

Persiapan Menuju Pembongkaran Terminal

Setelah kompensasi dicairkan, pihak pengelola akan segera melakukan pembongkaran terminal. Proses ini akan dilakukan secara bertahap agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat sekitar. Selain itu, pengelola juga akan memastikan bahwa semua PO bus yang sebelumnya beroperasi di terminal telah pindah ke lokasi baru.

Dalam rangka persiapan pembongkaran, pihak pengelola juga akan melakukan sosialisasi dan koordinasi dengan berbagai pihak terkait. Tujuannya adalah agar semua pihak memahami rencana dan prosedur yang akan dijalankan.

Keuntungan dari Pembangunan BRT

Dengan dibangunnya BRT di area Cicaheum, diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Transportasi massal yang cepat dan nyaman akan membantu mengurangi beban kendaraan pribadi, serta meningkatkan kualitas udara di kota Bandung.

Selain itu, BRT juga diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dengan meningkatkan aksesibilitas ke berbagai wilayah di sekitar terminal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *