Kolaborasi Strategis MaxDecal dan Kemenekraf dengan Sung Kang
MaxDecal, sebuah perusahaan yang fokus pada inovasi dalam industri otomotif dan kreatif, menunjukkan dukungan penuh terhadap kolaborasi antara aktor ternama Hollywood, Sung Kang, dengan Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) Republik Indonesia. Kolaborasi ini dianggap sebagai momen strategis untuk memperkenalkan Indonesia ke panggung internasional melalui sektor industri kreatif dan otomotif.
Sung Kang, yang dikenal luas melalui perannya dalam film The Fast and the Furious: Tokyo Drift, hadir dalam pameran mobil bergengsi The Elite Showcase 2026 di ICE BSD pada Sabtu (10/5/2026). Kehadirannya mendapat sambutan luar biasa dari para penggemarnya. Selanjutnya, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, mengadakan pertemuan dengan Sung Kang pada Senin (11/5/2026).
Pertemuan tersebut tidak hanya bertujuan untuk memperkenalkan Jakarta dan Indonesia kepada dunia, tetapi juga membahas misi besar dalam pengembangan ekosistem industri kreatif serta akselerasi peningkatan kekayaan intelektual (Intellectual Property/IP) lokal agar dapat “naik kelas” ke tingkat global.
Kolaborasi antara Kemenekraf dan Sung Kang menjadi perhatian publik, terutama di tengah peningkatan perhatian terhadap potensi besar industri kreatif nasional. Dengan demikian, MaxDecal, sebagai partner strategis, bersama Tale X IP House, ikut mendukung kolaborasi ini sekaligus menunjukkan komitmen nyata dalam mendorong perkembangan ekonomi kreatif Indonesia.
Nofian Hendra, Project Director & RnD MaxDecal, menyampaikan bahwa kehadiran Sung Kang, yang dikenal melalui film bertema otomotif, dinilai mampu memberikan dampak positif terhadap promosi budaya, kreativitas, serta citra modern Indonesia di mata dunia.
Melalui kampanye ini, MaxDecal berharap dapat memperkuat posisi pelaku industri kreatif lokal sekaligus membuka peluang kolaborasi internasional yang lebih luas. Dukungan terhadap sektor ekonomi kreatif dinilai penting dalam mendorong pertumbuhan industri kreatif Indonesia agar semakin kompetitif di pasar global.
Beberapa hal yang menjadi fokus utama dalam kolaborasi ini antara lain:
- Penguatan branding budaya Indonesia melalui media pop culture.
- Pengembangan ekosistem industri kreatif yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
- Peningkatan kesadaran akan pentingnya kekayaan intelektual dalam menjaga keunikan dan nilai lokal.
- Pembukaan jalan bagi kerja sama lintas negara dalam bidang kreatif dan otomotif.
Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan akan muncul proyek-proyek baru yang bisa memperkaya industri kreatif Indonesia dan meningkatkan daya saing di pasar global. Hal ini juga menjadi langkah penting dalam membangun citra Indonesia sebagai negara yang memiliki kreativitas dan inovasi yang mumpuni di tingkat internasional.
Tinggalkan Balasan