Pemerintah Berau Siapkan Regulasi Ketat untuk Lindungi Ekosistem Laut
Kunjungan wisata bahari yang semakin meningkat di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, memicu langkah cepat dari pemerintah daerah dalam mengantisipasi ancaman terhadap ekosistem laut. Untuk melindungi lingkungan bawah laut yang kaya akan terumbu karang, Pemerintah Kabupaten Berau sedang menyusun regulasi ketat yang bertujuan mengatur operasional kapal wisata di kawasan konservasi.
Langkah ini diambil setelah ditemukan beberapa kapal luar daerah yang masuk ke perairan Berau tanpa koordinasi dengan pihak pengelola atau pemerintah setempat. Kapal-kapal tersebut sering kali tertangkap basah melepaskan jangkar secara sembarangan, sehingga berpotensi merusak terumbu karang yang telah dijaga selama ini.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menegaskan bahwa pertumbuhan pariwisata tidak boleh sampai mengorbankan kelestarian alam yang menjadi aset utama daerah. Ia mengingatkan agar pengejaran pertumbuhan pariwisata jangan sampai merusak kekayaan alam yang menjadi kebanggaan masyarakat Berau dalam jangka panjang.
“Jangan sampai karena mengejar pertumbuhan pariwisata dalam jangka pendek, kita justru merusak aset wisata yang menjadi kekuatan dan kebanggaan kita dalam waktu yang sangat panjang,” tegas Sri Juniarsih saat membuka Rapat Koordinasi Revisi Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah (RIPARDA).
Untuk mematangkan aturan tersebut, Pemkab Berau melakukan kolaborasi dengan berbagai instansi seperti DPRD, TNI, Polri, hingga Kejaksaan. Regulasi baru ini akan mewajibkan setiap kapal wisata yang melintas untuk mengikuti panduan keselamatan serta didampingi oleh petugas resmi. Dengan demikian, aktivitas melepaskan jangkar di area terumbu karang dapat sepenuhnya dihentikan.
Pengembangan pariwisata di destinasi unggulan seperti Kepulauan Derawan, Maratua, Kakaban, hingga Labuan Cermin harus mengedepankan prinsip carrying capacity atau daya dukung lingkungan. Keseimbangan antara lonjakan ekonomi dan kelestarian ekosistem menjadi kunci agar keindahan bahari Berau tetap berkelanjutan.
Selain menerbitkan regulasi dan memperketat pengawasan lintas instansi, Pemkab Berau juga menekankan pentingnya edukasi bagi para operator kapal dan wisatawan. Kesadaran kolektif dari seluruh pemangku kepentingan diharapkan mampu menjaga terumbu karang Berau tetap lestari demi masa depan pariwisata daerah.

















