
Forumnusantaranews.com- Upaya memperkuat kerukunan umat beragama dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Purwakarta terus dilakukan melalui penguatan komunikasi lintas lembaga dan tokoh agama.
Hal tersebut mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) dan audiensi antara Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Purwakarta bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) dengan Komisi IV DPRD Kabupaten Purwakarta, Selasa (8/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 13.00 hingga 17.00 WIB tersebut dihadiri sejumlah tokoh lintas agama FKUB, di antaranya Ketua FKUB Drs. KH. M. John Dien, Th., S.H., M.Pd., Sekretaris FKUB Ust. Deden Saepudin, S.Sos., I Made Kandhi, Yohanes Baptis S., S.Pd., Wakil Sekretaris FKUB Ir. Asep Hamdani, serta unsur Katolik Martinus Kamoto.
Turut hadir Sekretaris Bakesbangpol Kabupaten Purwakarta Yus Djunaedi Rusli, S.STP., M.Si. Sementara dari Komisi IV DPRD Purwakarta hadir Ketua Komisi IV Ricky Syamsul Fauzi, Wakil Ketua Astri Novitasari, serta anggota Didin Hendrawan, S.E.
Dalam dialog tersebut, para peserta membahas berbagai persoalan dan tantangan kehidupan umat beragama di Purwakarta, sekaligus mencari langkah bersama untuk menjaga suasana masyarakat tetap aman, damai, harmonis, dan kondusif.
Pembahasan juga mencakup penguatan toleransi dan dialog antarumat beragama, pencegahan potensi konflik sosial, hingga persoalan kesejahteraan masyarakat yang berkaitan dengan pendidikan, kesehatan, sosial, perempuan dan perlindungan anak, kepemudaan, olahraga, serta bidang lainnya.
Pertemuan ini dinilai penting karena Komisi IV DPRD Purwakarta memiliki ruang lingkup kerja yang berkaitan erat dengan kesejahteraan rakyat. Sementara FKUB memiliki peran strategis dalam membangun komunikasi dan dialog antarumat beragama.
Ketua FKUB Kabupaten Purwakarta melalui Wakil Sekretaris FKUB, Joes, menegaskan bahwa kerukunan bukan hanya tentang tidak adanya konflik, tetapi juga bagaimana masyarakat mampu saling menghormati, menjaga, membantu, dan bekerja sama di tengah keberagaman.
Menurutnya, perbedaan agama, suku, budaya maupun latar belakang harus menjadi kekuatan dalam membangun daerah, bukan menjadi alasan untuk saling menjauh.
“Kerukunan membutuhkan komunikasi, kepedulian, keteladanan dan komitmen bersama. Karena itu, menjaga kerukunan bukan hanya tanggung jawab satu lembaga, tetapi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat,” ujar Joes, Wakil Sekretaris FKUB Kabupaten Purwakarta.
Ia berharap sinergi antara FKUB, Bakesbangpol, DPRD, pemerintah daerah, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan dan masyarakat dapat terus diperkuat sehingga berbagai persoalan dapat diselesaikan melalui dialog dan komunikasi yang baik.
“Dari Purwakarta yang rukun, damai dan harmonis, kita turut merawat Indonesia,” katanya.
FGD tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kemitraan strategis sekaligus menegaskan komitmen bersama dalam merawat keberagaman, menguatkan persaudaraan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjaga Purwakarta tetap kondusif.



















