ForumNusantaranews.com LAMPUNG UTARA-, GerbangIndonesia.net — Tenaga pendidik SMAN 4 Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara, Sukrisman, memberikan klarifikasi terkait pemberitaan mengenai ucapan yang dinilai menyinggung sejumlah siswa.
Sukrisman, yang akrab disapa Paksu, menyampaikan permohonan maaf atas ucapan maupun cara berkomunikasinya yang mungkin menimbulkan ketidaknyamanan bagi siswa, termasuk terkait penyebutan daerah asal atau tempat tinggal siswa.
Klarifikasi tersebut disampaikan dalam sebuah pertemuan yang turut dihadiri Plt. Kepala SMAN 4 Kotabumi Mahmud Badrun dan tenaga pendidik Indah, Jumat (21/8/2026).
Akui Nada Bicara Tinggi Dalam kesempatan tersebut, Sukrisman mengakui dirinya memiliki kebiasaan berbicara dengan nada tinggi. Menurutnya, kebiasaan tersebut terbawa dari aktivitasnya yang lebih banyak dilakukan di lapangan.
“Iya, memang nada saya tinggi. Namun, hal itu di luar kesadaran saya karena saya terbiasa di lapangan,” ujar Sukrisman.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat perkataan yang dianggap menyinggung perasaan siswa, baik yang disampaikan secara sengaja maupun tidak disengaja.
“Dalam kesempatan ini saya meminta maaf. Mungkin ada bahasa yang menyinggung siswa di luar kesadaran saya, baik yang disengaja ataupun tidak disengaja,” katanya.
Sekolah Jadikan Evaluasi
Sementara itu, Plt. Kepala SMAN 4 Kotabumi Mahmud Badrun mengatakan, kritik dan pemberitaan yang muncul menjadi bahan evaluasi bagi pihak sekolah.
Ia menyampaikan apresiasi atas perhatian publik terhadap lingkungan pendidikan, karena hal tersebut dapat menjadi masukan bagi sekolah dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan pembinaan terhadap tenaga pendidik.
“Terima kasih karena adanya pemberitaan ini membantu kami untuk memperbaiki kekurangan kami sebagai pendidik saat ini,” ungkap Mahmud.
Mahmud juga memberikan penjelasan mengenai mekanisme kenaikan kelas siswa. Ia menegaskan bahwa keputusan mengenai kenaikan atau tidak naik kelas tidak ditentukan secara sepihak oleh seorang guru.
“Proses naik atau tidaknya siswa sudah menjadi keputusan bersama, baik dari guru mata pelajaran, wali kelas, maupun Bimbingan dan Konseling (BK). Jadi, hal itu bukan hasil keputusan pribadi,” jelasnya.
Pihak SMAN 4 Kotabumi menyatakan akan terus melakukan pembinaan dan evaluasi terhadap tenaga pendidik agar komunikasi dengan peserta didik berlangsung secara lebih bijaksana, edukatif, dan tetap menjaga suasana belajar yang kondusif.(*)



















