DKUPP Berikan Pendidikan Perkoperasian


Probolinggo,forum Nusantara news.com – Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo memberikan pendidikan perkoperasian di Hotel Nadia Desa Sapikerep Kecamatan Sukapura, Senin hingga Rabu (5-7/12/2022).

Kegiatan yang dibuka oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Ahmad Hasyim Ashari ini digelar dalam rangka memasyarakatkan koperasi dan mengkoperasikan masyarakat melalui peningkatan pemahaman dan pengetahuan perkoperasian serta kapasitas dan kompetensi SDM koperasi.

Pendidikan perkoperasian ini diikuti oleh 40 orang peserta dari unsur pelaku usaha homestay Kecamatan Sukapura. Selama kegiatan mereka mendapatkan materi dari narasumber Ismail Pandji dari Dekopinda Kabupaten Probolinggo dan Setiawan Pandu dari Lapenkop Kabupaten Probolinggo.

Sekretaris DKUPP Kabupaten Probolinggo Juwono Prasetijo Utomo mengungkapkan kegiatan ini bertujuan untuk melaksanakan pendidikan dan pelatihan perkoperasian bagi pelaku usaha homestay di Kabupaten Probolinggo serta memasyarakatkan pemahaman dan pengetahuan perkoperasian serta pemahaman jatidiri koperasi.

“Selain itu, meningkatkan pemahaman kelembagaan berbasis badan hukum koperasi, meningkatkan kualitas usaha pelaku homestay berbasis badan hukum koperasi serta meningkatkan pemahaman ekosistem bisnis berbasis digital,” ujarnya.

Sementara Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Ahmad Hasyim Ashari mengatakan pemulihan ekonomi kawasan wisata adalah tugas bersama dan bersifat
kolaboratif antar Perangkat Daerah
dengan segenap stakeholder.

“Proses rehabilitasi dan restrukturisasi ekonomi kawasan wisata terus didorong oleh Pemerintah Kabupaten Probolinggo melalui penguatan branding Objek Daya Tarik Wisata (ODTW) peningkatan kapasitas unggul SDM pariwisata dan kolaboratif lintas sektor,” katanya.

Menurut Hasyim, kegiatan ini dilakukan dalam rangka penguatan ekonomi masyarakat supaya para karyawan dari homestay tidak mengalami kesulitan apabila mempunyai kebutuhan sehingga harapannya itu kluster homestay membentuk koperasi.

“Karena koperasi itu komitmennya dari, oleh dan untuk anggota sehingga segala keputusan itu ada di tangan anggota. Harapannya ini berjalan tidak hanya sekedar dibentuk, tapi betul-betul berjalan sesuai dengan harapan bersama dan bisa dirasakan manfaatnya oleh anggota,” pungkasnya. (Sin/wan)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *