Ringkasan Berita:
- EV Mining menjadi opsi elektrifikasi untuk menekan emisi dan konsumsi diesel.
- Sistem penuh diproyeksikan menghemat energi hingga 50 persen dan biaya operasional 30%.
- Keberhasilannya bergantung pada infrastruktur, sumber listrik, produktivitas, dan kesiapan SDM.
, JAKARTA – Elektrifikasi kendaraan operasional menjadi salah satu opsi yang mulai digunakan untuk mengurangi konsumsi bahan bakar fosil sekaligus menekan emisi di sektor pertambangan.
Pendekatan ini dikenal sebagai Electric Vehicle Mining, yaitu penggunaan kendaraan listrik untuk mendukung aktivitas pertambangan.
Penerapan EV Mining tidak hanya berkaitan dengan penggantian truk berbahan bakar diesel menjadi kendaraan listrik.
Kesiapan infrastruktur, sistem penggantian atau pengisian baterai, pemeliharaan kendaraan, pola operasional, hingga kompetensi tenaga kerja menjadi bagian yang turut menentukan efektivitas elektrifikasi.
Salah satu penerapan sistem tersebut dilakukan dalam kegiatan operasional pertambangan melalui penggunaan 18 truk tambang listrik yang didukung tiga stasiun battery swapping.
Penerapan tersebut menjadi bagian dari tahapan pengujian penggunaan kendaraan listrik untuk melihat dampaknya terhadap konsumsi energi, biaya operasional, produktivitas, serta emisi yang dihasilkan dari kegiatan angkutan material.
Berdasarkan hasil pengoperasian awal, enam truk listrik yang digunakan selama Maret hingga Juli 2026 mencatat biaya energi sekitar 14 persen lebih rendah dibandingkan estimasi biaya bahan bakar armada diesel dengan karakteristik yang sebanding.
Dalam periode yang sama, penggunaan kendaraan listrik tersebut diperkirakan menghasilkan pengurangan emisi sekitar 370 ton CO2.
Meski demikian, angka tersebut merupakan hasil pada tahap awal pengoperasian. Dampak elektrifikasi pada skala yang lebih besar masih perlu dilihat berdasarkan tingkat utilisasi kendaraan, beban angkut, jarak tempuh, produktivitas, kebutuhan pemeliharaan, serta sumber listrik yang digunakan.
Efisiensi Jadi Salah Satu Pertimbangan
Penggunaan kendaraan listrik di pertambangan memiliki tantangan yang berbeda dengan kendaraan listrik untuk penggunaan jalan raya. Truk tambang bekerja dengan beban besar dan dalam siklus operasi yang relatif intensif.
Karena itu, sistem pendukung menjadi faktor penting. Salah satunya adalah battery swapping yang memungkinkan baterai yang telah habis digunakan diganti dengan baterai yang sudah terisi, sehingga waktu kendaraan berhenti untuk pengisian dapat disesuaikan dengan kebutuhan operasi.
Dalam penerapannya, PT Energi Makmur Buana (invi) berperan dalam penyediaan kendaraan listrik, fasilitas battery swapping, serta pengoperasian dan pemeliharaan sistem.
Direktur Utama invi Alif Sasetyo mengatakan penerapan tersebut telah melalui sejumlah tahapan uji coba sebelum masuk ke pengoperasian.
“Operasi ini melalui proses trial, pengumpulan dan analisis data operasional maupun komersial, serta penyempurnaan spesifikasi kendaraan dan infrastruktur,” kata Alif.
Menurut dia, proses tersebut juga mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar pengoperasian kendaraan dan infrastruktur listrik dapat dilakukan sesuai kebutuhan operasional.
Tahapan pengembangan EV Mining sendiri telah dimulai sejak kajian awal pada Agustus 2024. Uji coba pertama dilakukan pada November 2024, kemudian dilanjutkan dengan berbagai penyempurnaan yang mencakup aspek keselamatan, produktivitas, operasional, dan kenyamanan.
Uji coba berikutnya dilakukan pada Oktober 2025. Setelah melalui tahapan tersebut, enam truk listrik kemudian digunakan dalam kegiatan operasional pada Maret hingga Juli 2026.
Potensi Pengurangan Emisi
Selain aspek biaya energi, elektrifikasi juga berkaitan dengan upaya mengurangi emisi dari penggunaan bahan bakar diesel.
Presiden Direktur PT Kideco Jaya Agung Kurnia Ariawan mengatakan penerapan elektrifikasi dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesesuaiannya terhadap kebutuhan operasional pertambangan.
“Integrasi kendaraan listrik ke dalam kegiatan pertambangan perlu dilakukan secara bertahap dan terukur, dengan mempertimbangkan kesesuaian teknologi terhadap kebutuhan operasi,” ujar Kurnia.
Pendekatan bertahap tersebut memungkinkan kinerja kendaraan listrik dibandingkan dengan kendaraan konvensional berdasarkan data operasional yang lebih konkret. Indikator yang dapat diperhatikan antara lain konsumsi energi, waktu operasi, produktivitas angkutan, biaya pemeliharaan, hingga kinerja baterai.
Dari sisi ekonomi, pengoperasian penuh sistem EV Mining diproyeksikan dapat menghasilkan penghematan energi atau bahan bakar hingga 50 persen serta menurunkan biaya operasional sekitar 30 persen dibandingkan armada diesel.
Namun, proyeksi tersebut masih perlu diuji melalui penggunaan dalam skala operasional yang lebih besar. Hasil aktual dapat berbeda bergantung pada karakteristik tambang dan pola penggunaan kendaraan.
Elektrifikasi dan Tantangan Dekarbonisasi
Pengurangan emisi melalui elektrifikasi juga tidak terlepas dari sumber energi yang digunakan untuk mengisi baterai. Kendaraan listrik memang tidak menghasilkan emisi gas buang secara langsung saat beroperasi, tetapi emisi tidak langsung tetap dapat muncul dari proses pembangkitan listrik.
Dengan demikian, besarnya manfaat dekarbonisasi EV Mining perlu dilihat secara lebih menyeluruh, termasuk dari sumber listrik, konsumsi energi, serta efisiensi penggunaan kendaraan.
Chief Executive Officer Indika Energy Group Azis Armand mengatakan elektrifikasi dapat dilihat dari dua aspek, yakni pengurangan emisi dan efisiensi ekonomi.
“Elektrifikasi tidak hanya berkaitan dengan penurunan emisi, tetapi juga bagaimana efisiensi tersebut dapat memberikan nilai ekonomi dalam kegiatan operasional,” kata Azis.
Menurut dia, pengalaman penerapan kendaraan listrik di sektor pertambangan dapat menjadi salah satu rujukan dalam melihat peluang percepatan elektrifikasi pada kegiatan operasional lainnya.
Pada akhirnya, EV Mining bukan sekadar penggantian kendaraan diesel dengan kendaraan listrik. Penerapannya membutuhkan perubahan pada sistem operasi, infrastruktur energi, pemeliharaan, serta kesiapan tenaga kerja.
Karena itu, keberhasilan elektrifikasi pertambangan perlu diukur melalui data yang mencakup efisiensi energi, produktivitas, biaya, keselamatan, dan pengurangan emisi.
Dengan pengukuran tersebut, EV Mining dapat dinilai secara lebih objektif sebagai salah satu opsi untuk meningkatkan efisiensi sekaligus mendukung pengurangan emisi di sektor pertambangan.



















