Ringkasan Berita:
- Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN) membagikan 160 unit becak listrik gratis di Kabupaten Ciamis.
- Bantuan ini bertujuan meringankan beban fisik pengayuh becak lansia dan meningkatkan pendapatan keluarga.
- Becak listrik produksi PT Pindad tersebut dilarang untuk dijual, disewakan, atau dipindahtangankan oleh penerima.
- Bupati Ciamis mengapresiasi bantuan ini sebagai bentuk kepedulian Presiden terhadap kesejahteraan masyarakat.
Laporan Wartawan , Ai Sani Nuraini
, CIAMIS– Sebanyak 160 unit becak listrik dibagikan kepada pengayuh becak di Kabupaten Ciamis melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN), Minggu (6/9/2026).
Penyerahan bantuan berlangsung di Aula PKK dan halaman Pendopo Bupati Ciamis.
Bantuan tersebut diberikan secara cuma-cuma kepada masyarakat, khususnya pengayuh becak yang selama ini masih menggunakan becak konvensional.
Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) adalah lembaga sosial kemanusiaan yang didirikan oleh Prabowo Subianto pada 24 Agustus 2024.
Organisasi ini bermula dari gagasan Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024 untuk mewadahi semangat persatuan dan mendukung program peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Fokus Utama Program dari Yayasan GSN ada di berbagai bidang, yaitu:
- Pendidikan: Memberikan bantuan pendidikan serta dukungan literasi dan fasilitas belajar bagi anak-anak kurang mampu.
- Kesehatan & Gizi: Terlibat dalam aksi sosial kesehatan dan mendukung percontohan program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).
- Pengentasan Kemiskinan & Kemanusiaan: Menggelar bakti sosial berskala besar guna membantu warga prasejahtera, lansia, dan penyandang disabilitas.
Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha YGSN, Mayjen TNI (Purn) Firman Dahlan, mengatakan 160 unit yang disalurkan merupakan hasil pendataan penerima manfaat untuk tahap awal.
Menurutnya, jumlah tersebut masih berpeluang bertambah apabila produksi dan stok becak listrik yang diproduksi PT Pindad kembali tersedia.
“Rencana masih akan ditambahkan lagi seperti di kabupaten lain. Awalnya 60 becak, kemudian ditambah lagi 100,” kata Firman seusai penyerahan bantuan di Pendopo Bupati Ciamis, Minggu (6/9/2026).
Firman yang terakhir kali menjabat sebagai Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) itu mengatakan, untuk sementara penyaluran bantuan dibatasi maksimal 200 unit di setiap kabupaten agar distribusi dapat dilakukan secara merata.
Namun, penambahan unit tetap bergantung pada ketersediaan produksi.
“Kalau produksinya ada di Pindad, kita bisa tambah lagi,” ujar Inspektur Kodam Iskandar Muda (Irdam IM) periode 2018–2020.
Ia menjelaskan, becak listrik tersebut memiliki nilai sekitar Rp22 juta per unit.
Seluruhnya diberikan gratis kepada penerima untuk membantu meringankan beban fisik sekaligus menunjang pendapatan keluarga.
Program tersebut menyasar pengayuh becak yang selama ini masih harus mengandalkan tenaga fisik saat bekerja.
Terlebih, sebagian pengayuh sudah berusia lanjut dan masih menggantungkan penghasilan dari pekerjaan tersebut.
Dengan bantuan becak listrik, pengayuh diharapkan tidak lagi sepenuhnya mengandalkan tenaga saat membawa penumpang maupun barang.
Selain itu, bantuan tersebut dapat mengurangi beban bagi pengayuh yang sebelumnya harus menyewa becak.
Firman menegaskan, becak listrik yang diterima tidak boleh dijual, disewakan, digadaikan maupun dipindahtangankan.
“Sesulit apa pun ekonomi Bapak, jangan dijual,” ujarnya.
YGSN menargetkan penyaluran sebanyak 25.000 unit becak listrik kepada masyarakat di seluruh Indonesia.
Untuk mendukung penggunaan becak listrik, pemerintah daerah diminta menyiapkan fasilitas pengisian baterai.
Pengisian daya membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua jam dengan jarak tempuh sekitar 40 kilometer.
Apabila terjadi kerusakan, penerima dapat menyampaikannya melalui Dinas Perhubungan Kabupaten Ciamis untuk diteruskan kepada teknisi.
Becak listrik tersebut juga dilengkapi garansi selama satu tahun.
Apresiasi dari Bupati
Sementara itu, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya mengapresiasi bantuan becak listrik yang diberikan kepada masyarakat Ciamis.
Ia mengatakan bantuan tersebut terutama menyasar pengayuh becak yang berusia di atas 55 tahun.
“Yang pertama, tentu apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pak Presiden yang telah peduli, khususnya untuk masyarakat di Kabupaten Ciamis. Hari ini kita menerima bantuan becak listrik secara gratis sebanyak 160 unit,” kata Herdiat yang diusung seluruh partai politik di Ciamis itu
Herdiat mengaku sempat mencoba langsung becak listrik tersebut. Menurutnya, kendaraan itu lebih ringan dioperasikan dibandingkan becak konvensional yang harus dikayuh secara manual.
“Pertama sangat mudah, sangat ringan,” ujarnya.
Karena itu, ia meminta para penerima memanfaatkan becak listrik tersebut sebagai sarana menunjang pekerjaan dan sumber penghasilan keluarga.
Herdiat juga mengingatkan penerima untuk menjaga dan merawat kendaraan tersebut serta mematuhi ketentuan bahwa becak tidak boleh dijual, digadaikan maupun dipindahtangankan.
“Ini saya kira harus betul-betul ditaati sehingga Bapak Ibu bisa membantu untuk kehidupan keluarga Bapak Ibu sendiri,” katanya.
Lebih Nyaman
Bantuan becak listrik mulai dirasakan manfaatnya oleh para pengemudi becak di Kabupaten Ciamis.
Salah satunya Ejen Karna, warga Banjarsari, yang mengaku lebih nyaman bekerja setelah mendapat becak listrik.
Ejen mengatakan, penggunaan becak listrik membuat pekerjaannya menjadi lebih ringan, terutama saat harus melintasi jalan menanjak.
Berbeda dengan becak ontel yang mengharuskannya mengandalkan tenaga untuk mengayuh.
“Nyaman, enak, jadi ada tenaga tambahan di tanjakan,” ujar Ejen.
Sebelum menggunakan becak listrik, Ejen sehari-hari mengandalkan becak ontel untuk mencari penumpang.
Penghasilannya pun tidak menentu karena biasanya hanya melayani penumpang dengan jarak yang relatif dekat.
“Kalau kemarin kan ontel ya. Ya sulit juga, Rp20 ribu, Rp30 ribu. Dekat-dekat. Ya paling Rp15 ribu, Rp30 ribu, atau Rp5 ribu,” katanya.
Ejen biasa mangkal dan mencari penumpang di kawasan Banjarsari dan Asem.
Dengan becak ontel, keterbatasan tenaga membuatnya harus lebih selektif dalam mengambil penumpang, terutama untuk perjalanan yang cukup jauh atau melewati jalan menanjak.
Namun, kehadiran becak listrik dinilai memberikan harapan baru bagi Ejen untuk tetap bekerja di tengah usianya yang sudah lanjut.
Ia berharap keberadaan becak listrik tersebut dapat membuat aktivitasnya mencari nafkah menjadi lebih lancar sekaligus menambah jumlah pelanggan.
Selain menerima bantuan becak listrik, Ejen juga mendapatkan paket sembako dan sejumlah uang dalam kegiatan penyerahan bantuan tersebut.
“Dapat sembako, terus ya ada amplop sedikit,” katanya.
Bagi Ejen, bantuan tersebut bukan sekadar kendaraan untuk bekerja. Becak listrik menjadi alat yang dapat membantu meringankan beban fisiknya sekaligus membuka peluang untuk mendapatkan penghasilan lebih baik dari aktivitasnya sehari-hari.
Sebelum dibawa pulang oleh warga, becak tersebut juga sudah diuji coba sejauh 10 kilometer mengelilingi kawasan pusat kota Ciamis dan dinaiki oleh Forkopimda dan tamu undangan yang hadir. (*)
Baca Berita-berita Lainnya di Google News



















