Lembah Masurai, Forumnusantaranews.com-
Suasana ceria mewarnai kegiatan sosialisasi edukasi di SDN 160/VI Pasar Masurai III, Desa Talang Paruh, Kecamatan Lembah Masurai, Rabu (12/8/2026).
Dua evaluator UNESCO Global Geopark (UGG) ikut turun langsung bermain bersama siswa. Prof. Dr. Yongmun Jeon dari Jeju Island UGG (Korea Selatan) dan Mr. Nicolas Klee dari Monts D’Ardeche UGG (Prancis) diajak mencoba permainan ular tangga dan kartu Geopark ciptaan BP Geopark Merangin-Jambi.
Hasilnya? Keduanya harus “tersingkir” karena tak mampu menjawab pertanyaan.
Dalam ular tangga Geopark, pemain melangkah sesuai dadu. Setiap petak berisi tantangan menebak nama objek wisata dari gambar atau menjawab soal seputar potensi Geopark Merangin-Jambi. Gagal menjawab tiga kali, pemain gugur.
Mr. Nicolas Klee jadi yang pertama tersingkir di petak nomor tiga. Pertanyaannya: berapa jumlah danau vulkanik di puncak Gunung Masurai?
“Satu ya? Oh salah? Berapa? Ada tiga? Oh saya tidak tahu,” jawab Nicolas disambut gelak tawa siswa dan guru.
Prof. Yongmun Jeon bertahan lebih lama. Pertanyaan pertama tentang usia fosil kayu Merangin lebih dari 300 juta tahun dijawab tepat.
Nicolas sempat menyela “Bukan, jawabannya spesifik 396 juta tahun” kembali memancing tawa.
Di tantangan kedua, sebagai ahli geologi, Prof. Jeon sukses menjelaskan proses pembentukan batuan Merangin lewat aktivitas vulkanik dan sedimentasi.
Namun langkahnya terhenti di soal ketiga menyebut masyarakat adat pengelola hutan yang diakui dunia sebagai contoh konservasi terbaik.
“Kenapa pertanyaannya sulit sekali? Saya tidak bisa menjawab. Apa jawabannya?” tanya Yongmun.
Pemandu permainan, Siti Novia Wati guru SDN tersebut, menjawab “Masyarakat Adat Serampas”.
Setelah ular tangga, giliran permainan kartu Geopark. Siswa diminta menghafal 24 karakter kartu berisi istilah dan penjelasan tentang Geopark Merangin-Jambi.
Yang paling cepat menebak dan mencocokkan kartu yang dibacakan pemandu keluar sebagai pemenang.
Kegiatan interaktif ini ditutup dengan foto bersama evaluator UNESCO, pengelola Geopark, siswa dan guru SDN 160/VI Pasar Masurai III.
Edukasi lewat permainan terbukti efektif. Anak-anak jadi lebih mengenal geologi, budaya, dan kearifan lokal daerahnya, sementara evaluator UNESCO merasakan langsung bagaimana Geopark Merangin-Jambi membangun literasi kebumian sejak usia dini.
Evaluator UNESCO Kalah Main Ular Tangga di SDN Masurai Edukasi Geopark Jadi Ceria



















