Pakar Vulkanologi Dunia Terkesan Batuan Purba Air Terjun Serintik Hujan Paneh

Daerah40 Dilihat

Masurai, Forumnusantaranews.com-
Kekayaan geologi Kabupaten Merangin-Jambi kembali memikat perhatian tim evaluator UNESCO Global Geopark.
Saat mengunjungi Objek Wisata Air Terjun Serintik Hujan Paneh di Desa Talang Paruh, Kecamatan Lembah Masurai, Rabu (12/8/2026), pakar vulkanologi dunia asal Korea Selatan, Prof. Dr. Yongmun Jeon, dibuat terkesima oleh keunikan batuan penyusun tebing air terjun.
Prof. Yongmun Jeon yang merupakan pakar vulkanologi dan petrologi (ilmu bebatuan) terkemuka dari Jeju Island UNESCO Global Geopark terlihat sangat antusias begitu menginjakkan kaki di kawasan tersebut.
Berbekal latar belakang riset batuan vulkanik dan bentang alam purba, rasa penasarannya membuatnya langsung meminta Dewan Pakar Badan Pengelola (BP) Geopark Merangin-Jambi, Wiki, untuk menjelaskan proses pembentukan geosite tersebut.
Menanggapi hal itu, Wiki memaparkan bahwa batuan penyusun dinding air terjun merupakan batuan beku vulkanik jenis andesit-basalt.
Batuan ini terbentuk akibat kombinasi aktivitas tektonik dan letusan purba Gunung Masurai di masa lampau.
“Aliran Sungai Tenok mengalir tepat di atas dasar batuan vulkanik dan lava breksi. Proses pendinginan lava yang lambat disertai aktivitas tektonik yang kuat membentuk pola retakan geometris atau columnar joint (kekar kolom) berupa pilar-pilar batu bersudut yang berdiri kokoh pada tebing air terjun,” terang Wiki di hadapan Prof. Yongmun Jeon dan Mr. Nicolas Klee dari Monts D’Ardeche UNESCO Global Geopark (Prancis).
Struktur kekar kolom berbentuk tiang-tiang bersudut ini menjadi salah satu daya tarik utama geosite di kawasan Lembah Masurai.
Keberadaannya menunjukkan jejak sejarah panjang vulkanisme Gunung Masurai yang memiliki nilai ilmiah tinggi dan berpotensi menjadi laboratorium alam bagi peneliti dunia.
Apresiasi Prof. Jeon terhadap formasi ini menegaskan bahwa Geopark Merangin-Jambi memiliki warisan geologi kelas dunia yang layak dilestarikan dan dikembangkan sebagai destinasi geowisata dan edukasi.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *