FKUB Bersama Bakesbangpol Purwakarta, Rayakan Kemerdekaan Dalam Semangat Persaudaraan dan Harmoni Lintas Iman 

Daerah56 Dilihat
Foto: FKUB bersama Kesbangpol Purwakarta dalam Rangka Rayakan HUT RI ke 81 Tahun.

Forumnusantaranews.com- Perayaan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Purwakarta tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang jasa para pahlawan, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan di tengah keberagaman.

Dalam suasana penuh sukacita, kebersamaan, dan semangat kebangsaan, para tokoh lintas agama bersama masyarakat mengikuti rangkaian kegiatan kemerdekaan yang digelar di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Purwakarta.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Upacara Kemerdekaan bersama Bupati dan Wakil Bupati Purwakarta. Lebih dari 500 peserta hadir mengikuti upacara dengan penuh khidmat. Namun di balik suasana resmi tersebut, terpancar pula kegembiraan dan rasa syukur karena dapat merayakan kemerdekaan bersama sebagai satu keluarga besar bangsa Indonesia.

Rest Area Harmoni, Tempat Sederhana yang Mempertemukan Hati

Usai mengikuti upacara, perjalanan berlanjut menuju Rest Area Harmoni, sebuah ruang perjumpaan lintas iman yang disiapkan oleh Paroki Salib Suci Purwakarta bersama para tokoh agama Hindu, Buddha, GKPS, serta Tim Sekolah.

Berkat keterbukaan, kebaikan, dan semangat pelayanan Parokus Salib Suci Purwakarta, R.D. Yohanes Istimoer Bayu Ajie, bersama Koordinator Bidang Persaudaraan dan Seksi HAAK, area parkir baru dimanfaatkan sebagai tempat beristirahat bagi peserta pawai dan para tokoh lintas agama.

Rest Area Harmoni bukan sekadar tempat untuk melepas lelah. Lebih dari itu, tempat tersebut menjadi ruang untuk saling mengenal, berbincang, berbagi cerita, dan menikmati kebersamaan tanpa mempersoalkan perbedaan keyakinan.

Tokoh dan umat dari berbagai agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha duduk bersama dalam suasana yang hangat dan penuh keakraban.

Hidangan yang disajikan pun sederhana. Ada singkong, ubi, talas, air minum, kopi, teh, hingga berbagai makanan ringan.

Namun justru dari kesederhanaan itulah terlihat makna persaudaraan yang sesungguhnya.

Secangkir kopi yang diminum bersama, makanan yang dibagikan, sapaan sederhana, canda dan tawa, menjadi jembatan yang mempertemukan satu hati dengan hati lainnya.

Tidak ada sekat. Tidak ada jarak.

Yang ada hanyalah manusia yang sama-sama mencintai Indonesia dan ingin melihat tanah kelahirannya tetap damai, rukun, dan harmonis.

Berjalan Bersama dalam Karnaval Kebangsaan

Semangat kebersamaan kemudian dilanjutkan melalui kegiatan jalan kaki dan Karnaval Kebangsaan bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) serta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Purwakarta.

Dari kawasan Madukara menuju Bank Jabar Purwakarta, para tokoh lintas agama berjalan berdampingan. Langkah mereka menjadi gambaran sederhana namun kuat tentang Indonesia: berbeda dalam keyakinan, tetapi tetap dapat berjalan dalam satu arah sebagai saudara sebangsa.

Karnaval semakin semarak dengan hadirnya enam bangunan atau ikon khas keagamaan yang menggambarkan keberagaman agama yang hidup berdampingan di Kabupaten Purwakarta.

Keberagaman tersebut bukan untuk dipertentangkan, melainkan menjadi kekayaan yang patut dirawat bersama.

Sebab, membangun daerah tidak cukup hanya dengan pembangunan fisik. Kerukunan, rasa saling menghormati, dan persaudaraan antarsesama juga menjadi fondasi penting untuk menciptakan kehidupan masyarakat yang aman dan damai.

Berbeda dalam Iman, Bersatu dalam Indonesia

Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Purwakarta memberikan pesan yang sederhana tetapi sangat berarti.

Kemerdekaan bukan hanya tentang mengibarkan bendera Merah Putih atau mengenang perjuangan para pahlawan. Kemerdekaan juga berarti menjaga persatuan, menghormati perbedaan, merawat kerukunan, dan memastikan setiap orang dapat hidup berdampingan dengan penuh rasa aman dan saling menghargai.

Dari upacara, Rest Area Harmoni, perjumpaan lintas iman hingga Karnaval Kebangsaan, seluruh rangkaian kegiatan memperlihatkan bahwa persaudaraan tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar.

Terkadang, persaudaraan cukup dimulai dari sebuah sapaan.

Dari duduk bersama.

Dari berbagi makanan.

Dari saling mendengarkan.

Dan dari kemauan untuk memahami bahwa meskipun berbeda dalam iman, kita tetap memiliki rumah yang sama: Indonesia.

Satu Indonesia, banyak iman.

Berbeda keyakinan, tetap bersaudara.

Berjalan bersama, sehati dan sejiwa.

Bersama menjaga Purwakarta yang aman, damai, rukun, dan harmonis.

DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE-81.

MERDEKA!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *