Gurbernur Al Haris Bersama Pangdam XX/TIB Turun Langsung ke Teluk Dawan Tanjabtim 86 Hektare Gambut Terbakar Masuk Tahap Pendinginan

Daerah16 Dilihat

Tanjabtim, Forumnusantaranews.com-
Gubernur Jambi Al Haris kembali turun langsung ke lapangan untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kali ini, Gubernur Al Haris bersama Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol (TIB) Mayjen TNI Arief Gajah Mada meninjau sekaligus ikut menangani karhutla di Teluk Dawan, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Senin (31/8/2026).
Keduanya turun langsung ke titik karhutla untuk memastikan proses pemadaman dan pendinginan berjalan maksimal. Dalam kunjungan tersebut turut mendampingi Danrem 042/Garuda Putih Brigjen TNI Nyamin serta Bupati dan Wakil Bupati Tanjabtim.
Karhutla di kawasan tersebut diperkirakan telah membakar sekitar 86 hektare lahan gambut, meliputi wilayah Teluk Dawan, Londerang, Manis Mato dan sekitarnya.
Di kawasan tersebut tidak lagi ditemukan titik api aktif. Namun, asap masih terlihat mengepul di sejumlah titik. Dengan kondisi api yang mulai terkendali, tim gabungan kini fokus melakukan pendinginan di seluruh area terdampak. Petugas menargetkan proses pendinginan dapat dituntaskan secepatnya.
Gubernur Al Haris mengatakan, karakter lahan gambut membuat proses pemadaman tidak bisa hanya dengan menyiram permukaan menggunakan air.
“Lahan gambut ini tidak sekaligus kita siram air langsung mati. Tidak. Api terus menjalar, bahkan ketika asapnya hilang, begitu kering bisa timbul lagi. Karena itu, proses pemadaman harus dilanjutkan dengan pendinginan untuk memastikan bara api di dalam gambut benar-benar padam,” kata Gubernur Al Haris.
Gubernur Al Haris mengapresiasi kerja bersama TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni hingga pihak perusahaan WKS yang ikut menangani karhutla.
“Ini gabungan dari teman-teman TNI-Polri. Hari ini langsung Pak Pangdam turun ke lapangan bersama kami, ada Pak Danrem, Karo Ops Polda Jambi, BPBD, Manggala Agni, kemudian juga dari WKS yang aktif memantau dan mengawal agar api tidak meluas,” ujarnya.
Upaya pemadaman dilakukan dengan berbagai metode. Selain menyekat titik api, tim juga membangun intake di Sungai Batanghari untuk mendukung kebutuhan air selama proses pemadaman.
“Alhamdulillah ini sudah mulai pendinginan. Luar biasa teman-teman bekerja, mulai dari menyekat titik api sampai membangun intake di Sungai Batanghari,” katanya.
Gubernur menilai penanganan karhutla di kawasan tersebut menjadi contoh nyata kolaborasi antarlembaga.
“Inilah contoh kita kolaborasi, kebersamaan di lapangan. Kalau kita cuek saja, tidak bisa. Ini rasa memiliki kita punya, kebersamaan kita ada,” tegasnya.(*/Tat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *